Breaking News:

Nata dan Tahun Baru

Menghadapi Nataru, Pemerintah Atur Kewajiban Karantina dan Dispensasi, Siapa yang Berhak?

Pemerintah mengatur tentang masa karantina, dispensasi durasi karantina, dan pihak yang bisa mendapatkan pengecualian karantina.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
imigrasi.go.id
ILUSTRASI Pelaku perjalanan internasional 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah telah mengeluarkan kewajiban karantina menjelang masa Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Dalam kebijakan terbarunya, pemerintah juga mengatur soal dispensasi karantina.

Dan apabila berkeinginan mengajukan dispensasi, maka wajib diajukan minimal tiga hari sebelum kedatangan di Indonesia yang ditujukan kepada Satuan Tugas Penanganan Covid 19.

Dispensasi karantina tersebut diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.

Bagi WNI dispensasi diberikan dalam waktu mendesak, seperti kondisi kesehatan yang mengancam jiwa atau situasi duka ketika keluarga inti meninggal dunia.

Syarat perjalanan naik bus DAMRI
Syarat perjalanan naik bus DAMRI (kompas.com)

Baca juga: Jelang Nataru, Polres Mamuju Tengah Gencarkan Vaksinasi dan Imbauan Protokol Kesehatan Covid-19

Baca juga: Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Seluruh Indonesia Pada Periode Libur Nataru

Sedangkan bagi WNA kategori pemegang visa diplomatik beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi kenegaraan.

Dikutip dari Kompas.com pada Kamis (16/12/2021) pemberian dispensasi juga berlaku bagi perjalanan yang melewati skema travel corridor agreement (TCA), delegasi anggota G20, serta pelaku perjalanan yang merupakan orang terhormat.

Karantina pelaku perjalanan internasional

Pemerintah menyatakan ketentuan karantina bagi pelaku perjalanan internasional diatur dalam dua skema, yaitu ditanggung pemerintah dan mandiri.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved