Breaking News:

Pilkades Mamasa

Kasat Reskrim Polres Mamasa Bilang Begini Soal Laporan Politik Uang Desa Pasembuk

Sejumlah desa yang disanggah, diduga sarat terjadi kecurangan pada proses pemilihan pada 8 Desember 2021 lalu.

Tribun Sulbar / Samuel Mesakaraeng
Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Hasil pemilihan kepala desa serentak di sejumlah desa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), disanggah warga.

Sejumlah desa yang disanggah, diduga sarat terjadi kecurangan pada proses pemilihan pada 8 Desember 2021 lalu.

Satu diantaranya adalah Desa Pasembuk, Kecamatan Mehalaan.

Di Desa Pasembuk terdapat empat calon, satu diantaranya merupakan petahana yakni Nilawati.

Dari hasil perolehan suara, petahana memiliki suara terbanyak.

Sayangnya, hasil itu disanggah warga lantaran diduga terjadi politik uang sebelum jadwal pencoblosan.

Diduga salah satu tim sukses calon petahana membagikan uang kepada calon pemilih.

Mirisnya, tim sukses diketahui bernama Hariadi, memberikan uang kepada salah satu panitia tingkat desa bernama Guntur.

Menurut Guntur, uang sebesar Rp. 1,5 juta diberikan agat ia memilih calon petahana ada jadwal pencoblosan.

"Saya dikasih waktu malam hari H, katanya untuk memilih calon," ungkap Guntur, saat ditemui di Kantor PMD di Rante-rante, Rabu (15/12/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved