Breaking News:

8 Hari Usai Digigit Anjing, Tiga Warga Mamasa Belum Divaksin Anti Rabies

Menurut staf Dinas Kesehatan stok vaksin anti rabies (VAR) di Kabupaten Mamasa tidak tersedia.

Tribun Sulbar / Samuel Mesakaraeng
Luka korban digigit anjing di desa osango 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Tiga warga Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), digigit anjing, (7/12/2021) lalu.

Satu warga merupakan warga Makau, Desa Buntubuda dan dua lainnya warga Desa Osango, Kecamatan Mamasa.

Hingga hari ini, delapan hari setelah digigit anjing ketiga warga ini belum mendapat anti rabies dari tenaga kesehatan.

Hal tersebut diungkap Sudiarno Allowali, keluarga salah satu korban warga Desa Osango.

Menurut Sudiarno, dua hari lalu ia menghadap ke Dinas Kesehatan agar anaknya yang jadi korban, diberi vaksin anti rabies.

Namun, kata dia, menurut staf Dinas Kesehatan stok vaksin anti rabies (VAR) di Kabupaten Mamasa tidak tersedia.

"Stafnya bilang tidak ada vaksin, katanya di Provinsi juga habis, padahal saya coba hubungi ke Provinsi, katanya ada tapu tidak ada yang ambil barangnya ke sana," ungkap Sudiarno, saat ditemui di rumahnya, di Desa Osango, Rabu (15/12/2021).

Karenanya lanjut dia, anaknya yang masih berstatus pelajar, terpaksa tidak mengikuti proses belajar di sekolah seperti biasa.

Terhadap kejadian ini, Sudiarno berharap ada perhatian dari dinas terkait untuk penyediaan vaksin.

Sementara itu, Kepala P2P Dinkes Mamasa, Into Harahap, dicoba dikonfirmasi di ruang kerjanya, namun sedang berada di luar.

Dikonfirmasi via Whatsapp, Into Harahap juga belum merespon.

Hingga berita ini dirilis, belum diperoleh keterangan dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved