Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Menag Minta Kegiatan Ibadah Natal di Gereja Tak Lebih dari 50 Persen Kapasitas Ruangan

Kementerian Agama (Kemenag) terbitkan SE Nomor 33 Tahun 2021. SE itu berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
kemenag.go.id
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 

TRIBUN-SULBAR.COM - Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 33 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid 19 dalam Pelaksanaan Ibadah dan Peringatan Hari Raya Natal.

Panduan tersebut diterbitkan karena untuk mencegah, menanggulangi, dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 di gereja.

Sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam perayaan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

"Surat edaran ini dimaksudkan untuk mengatur upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di gereja/tempat yang difungsikan sebagai gereja pada Perayaan Natal Tahun 2021," kata Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama (Menag), dikutip dari kemenag.go.id.

Menag Yaqut berujar meskipun penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 telah dibatalkan, akan tetapi masyarakat tetap harus waspada.

Umat Kristiani mengikuti ibadah Misa Natal di Gereja GPIB Sion, Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (25/12/2020). Perayaan Natal tahun ini bertemakan Natal Kristus Menghadirkan Kepedulian, Perdamaian dan Membawa Harapan Serta Sukacita Bagi Umat Tuhan.
Umat Kristiani mengikuti ibadah Misa Natal di Gereja GPIB Sion, Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (25/12/2020). Perayaan Natal tahun ini bertemakan Natal Kristus Menghadirkan Kepedulian, Perdamaian dan Membawa Harapan Serta Sukacita Bagi Umat Tuhan. (kompas.com)

Baca juga: Jelang Natal 2021, Ketua Majelis GTM Yakub F Solon: Tidak Harus Meriah

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov Sulbar Gelar Pasar Murah Marasa di Kalumpang dan Bonehau

Pasalnya, Nataru tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid 19.

Dalam panduan yang diterbitkan, Menag Yaqut meminta agar kegiatan umat yang melaksanakan ibadah Natal di geraja tidak melebihi 50 persen dari kapasitas ruangan.

"Dalam pelaksanaan ibadah dan peringatan Hari Raya Natal tahun 2021, jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal secara berjamaah/kolektif tidak melebihi 50 persen dari kapasitas ruangan," dikutip dari SE 33/2021.

Tak hanya itu, jam operasional gereja atau tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah dibatasi paling lama pukul 22.00 waktu setempat.

Menag Yaqut juga mengimbau agar pelaksanaan ibadah dan peringatan Natal dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan, serta lebih mengutamakan persekutuan di tengah keluarga.

Lebih lanjut, Menag meminta agar masyarakat melaksanakan ibadah Natal di ruang terbuka.

Jika dilaksanakan di geraja, maka sebisa mungkin digelar secara hybrid yakni digelar secara kolektif di gereja dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja.

Aturan tersebut mulai berlaku dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved