Info Kesehatan

TERNYATA Banyak Makan Daging Bisa Picu Beragam Penyakit, Termasuk Jantung

konsumsi daging merah mentah yang lebih tinggi saja, dikaitkan dengan risiko anemia defisiensi besi (ADB) yang lebih rendah

Pixbay
daging 

TRIBUN-SULBAR.COM,- Sebuah studi ilmiah menunjukkan, orang yang rutin mengonsumsi daging bisa terkena berbagai penyakit.

Studi berbasis populasi itu melihat hubungan antara konsumsi daging dan 25 penyakit umum non-kanker seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan sendi, dan pneumonia.

Para peneliti dari Universitas Oxford memantau hampir 475.000 orang dewasa Inggris yang masuk rumah sakit akibat 25 penyakit umum, dilansir TribunHealth.com dari Independent.

Peserta dianggap pemakan daging biasa jika mereka makan daging tiga kali seminggu atau lebih.

Ilustrasi daging merah mentah
Ilustrasi daging merah mentah (Pixabay)

Mereka yang makan daging secara teratur kemungkinan besar sudah pensiun, pria kulit putih Eropa, atau wanita pasca-menopause.

Mereka lebih cenderung memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) yang lebih tinggi, merokok dan mengonsumsi alkohol, dan mengonsumsi lebih sedikit buah dan sayuran, serat, ikan, serta lebih banyak daging unggas, menurut penelitian tersebut.

Penelitian menemukan bahwa mereka yang secara teratur mengonsumsi daging merah dan daging olahan yang tidak diproses memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung iskemik, pneumonia, penyakit divertikular, polip usus besar, dan diabetes.

Secara khusus, penulis menemukan, setiap tambahan 70g asupan daging merah dan olahan per hari dikaitkan dengan risiko penyakit jantung iskemik 15% lebih tinggi dan risiko diabetes 30% lebih tinggi.

Ilustrasi daging segar
Ilustrasi daging segar (Pixabay)

 Studi ini menemukan bahwa asupan daging unggas yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit refluks gastro-esofagus yang lebih tinggi, gastritis dan duodenitis, penyakit divertikular, penyakit kandung empedu, dan diabetes.

Sementara konsumsi daging merah mentah yang lebih tinggi saja, dikaitkan dengan risiko anemia defisiensi besi (ADB) yang lebih rendah, seperti halnya konsumsi daging unggas yang lebih tinggi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved