Penjual Gorengan di Mamuju Menjerit, Harga Minyak Melambung Tinggi
"Harga minyak naik, tapi gorengan kita tidak naikkan harganya karena kasian juga kalau kita kasi naik harganya," ujar Dayat kepada Tribun-Sulbar.com.
Penulis: Abd Rahman | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dayat-penjual-gorengan-di-Jl-Andi-Makassau-Mamuju-Sulawesi-Barat-Sulbar-Abd-Rahman.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kenaikan harga minyak goreng berdampak pada penjual gorengan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Dayat (22) penjual gorengan di Jl Andi Makassau Mamuju, mengeluhkan harga minyak goreng yang melambung tinggi.
Ia mengaku, kenaikan harga minyak goreng membuat penghasilan dari jualan gorengan menurun.
"Harga minyak naik, tapi gorengan kita tidak naikkan harganya karena kasian juga kalau kita kasi naik harganya," ujar Dayat kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (13/12/2021).
Baca juga: VIDEO: Tampil Beda, Warkop Teras Mamuju dengan Ratusan Judul Buku
Dayat menyebutkan, biasanya harga minya goreng sovia hanya Rp 70 ribu per lima liter sekarang sudah sampai Rp 100 ribu per lima liternya.
"Sejak harga minyak naik modal terus ditambah, karena harga gorengan tetap harganya sama," sebutnya.
Dayat, berjualan gorengan sudah lama dan baru tahun ini ia merakasan harga minyak goreng melambung tinggi.
"Harga minyak ini paling tinggi selama saya jualan," ucapnya.
Dalam sehari, Dayat biasa mendapatkan keuntugan sampai Rp 500 ribu.
Namun, saat ini pendapatnya menurun akibat dari harga minyak goreng mahal.
"Selama minyak naik, untung jadi berkurang biasa dapat Rp 400 ribu itupun masih tidak untung," ungkapnya.
Dayat berharap pemerintah bisa menurunkan harga minyak goreng, agar para penjual gorengan tidak merugi.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar. Com Abd Rahman