Breaking News:

Makan Hancur Diterjang Ombak

Makam Hancur Diterjang Ombak, Warga Polewali Tagih Janji Pemerintah Buat Pemecah Ombak

Menurut Zainuddin sudah empat tahun menunggu, namun belum ada penanganan ataupun perhatian membangun alat pemecah ombak.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Pohon tumbang akibat tergerus gelombang pasang 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Warga pesisir Lingkungan Alli-alli, Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, berharap pemerintah membuat breakwater atau pemecah ombak di daerahnya.

Pasalnya, salah satu pemakaman umum di daerah tersebut sudah hancur akibat abrasi.

Tidak hanya makam, pemukiman warga yang berada di wilayah itu terancam tergerus.

Tanpa alat pemecah ombak pasti dampaknya bisa sampai ke pemukiman warga.

"Kita tunggu dari pemerintah, karena dijanji saja tapi sampai sekarang tidak ada (pemecah ombak), " ujar warga Zainuddin.

Menurut Zainuddin sudah empat tahun menunggu, namun belum ada penanganan ataupun perhatian membangun alat pemecah ombak.

Penampakan makam di lingkungan Alli - alli Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali usai diterjang ombak.
Penampakan makam di lingkungan Alli - alli Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali usai diterjang ombak. (Tribun Sulbar / Hasan Basri)

Sekedar diketahui sebuah pemakaman umum lingkungan Alli Alli hancur tergerus gelombang pasang.

Setidaknya ada ratusan batu nisan yang terbuat dari batu terbongkar dan pindah tempat.

Bahkan ada batu nisan yang tertimbun material pasir hingga hilang akibat terbawa gelombang pasang.

Tidak hanya itu, selembaran kain kafan pembungkus jenazah berserahkan bercampur dengan ranting ranting pohon.

Bukan hanya itu, gelombang pasang juga menyebabkan pohon kelapa tumbang di sekitar pantai Alli Alli. (san)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved