Warga Transmigrasi Marano Kecewa, Kepala UPT Tak Pernah Jenguk Warga & Perbaiki Akses Jalan
"Itulah resikonya yang tinggal di pedalaman, susah untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah," tulis Intan via WhatsApp, Sabtu (11/12/2021).
Penulis: Abd Rahman | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-akses-jalan-ke-Marano-Kecamatan-Kalukku.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Sudah hampir satu bulan akses jalan Unit Permukiman Transmigrasi atau UPT Marano, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku tertimbun material longsor.
Diketahui, benca longsor terjadi pada Sabtu 13 November 2021 lalu dan menutup akses jalan di UPT Marano.
Hingga hari ini, Sabtu 11 Desember 2021, warga Marano masih kesulitan melintasi jalan tersebut.
Warga Marano, Nur Intan mengatakan, jalan tidak ada perubahan dalam hal perbaikan dan pengangkatan material longsor.
"Itulah resikonya yang tinggal di pedalaman, susah untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah," tulis Intan via WhatsApp, Sabtu (11/12/2021).
Baca juga: Disdag Mamuju Gelar Pasar Murah Pada 18 Desember 2021, Harga Minyak Goreng Lebih Murah
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sabtu 11 Desember 2021: Waspada Hujan Lebat di Mamuju Pada Malam Hari
Dikatakan, selama longsor terjadi Kepala UPT Marano tidak pernah mengunjungi warga dan tidak ada upaya untuk membuka akses jalan.
"Sudah satu bulan kepala UPT tidak pernah berkunjung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan," sebutnya.
Ia juga meresa kecewa, karena sebagai penaggung jawab di Marano ia kurang memberikan perhatian kepada warga.
"Warga kasian saat melintas pontang -panting menyiapkan logistik, susah kita ini kasian," keluhnya.
Ia hanya berharap, pemerintah bisa memberikan perhatian untuk akses jalan ke Marano.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman