Breaking News:

Syafruddin Kambo Putra Asli Majene Sulbar Terpilih Jadi Wakil Presiden Dunia Melayu Dunia Islam

Keputusan diambil setelah mempertimbangkan kiprah Syafruddin dalam kegiatan kemanusiaan dan keumatan di Indonesia dan di luar Indonesia.

Editor: Ilham Mulyawan
dokumentasi Dewan Masjid Indonesia
Wakil Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komjen Pol (P) DR H Syafruddin Kambo, MSi menjadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan dengan tema Peran Strategis Alumni Al-Azhar dalam Konteks Tantangan Bangsa di Masa Depan, Minggu (28/11/2021) sore, bertempat di Al-Azhar Conference Center. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Mesyuarat Majlis Tertinggi (Red: Musyawarah Mejelis Tertinggi) Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), memilih Komjen Pol (Purn) Dr (HC) H Syafruddin MSi menjadi Wakil Presiden.

Keputusan diambil setelah mempertimbangkan kiprah Syafruddin dalam kegiatan kemanusiaan dan keumatan di Indonesia dan di luar Indonesia.

Keputusan majelis tertinggi diumumkan setelah disetujui Presiden DMDI Tan Sri H. M Ali Rustam bersama seluruh Ketua Umum DMDI dari 29 negara yang hadir dalam zoom meeting langsung dari Melaka, Malaysia.

Syafruddin kambo saat menerima amanah sebagai Wakil presiden DMDI
Syafruddin kambo saat menerima amanah sebagai Wakil presiden DMDI

Tan Sri H M Ali Rustam percaya bahwa Syafruddin dapat memajukan DMDI di dunia dengan network yang dimiliki.

Sekjend DMDI Indonesia, Said Aldi Ali Idrus mengatakan kiprah Syafruddin di Indonesia maupun di luar negeri menjadi pembicaraan dalam pertemuan majelis tinggi.

Antara lain pengentasan buta baca Alquran, pembangunan Museum Nabi Muhammad SAW, dan membantu para kiai untuk bekerja sama dengan Al Azhar di Kairo, Mesir.

"Perkembangan DMDI begitu pesat di dunia sehingga bapak Presiden DMDI membutuhkan wakil presiden, dan muncul usulan Pembina DMDI di Indonesia, bapak Syafruddin. Setelah pembahasan, tampaknya semua ketua-ketua langsung menyetujui," ujar Said dikutip dari rilis yang diterima.

DMDI adalah organisasi yang memiliki visi-misi untuk menyatukan orang-orang melayu yang tersebar di seluruh dunia.

DMDI berdiri sejak tahun 2000 di Malaka dengan beranggotakan hanya 10 negara, yang kemudian berkembang menjdi 29 negara.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved