Breaking News:

Indonesia - Ceko Eratkan Kerjasama Bilateral, Percepat Perundingan IEU-CEPA

Pada kesempatan tersebut, Wamenlu Ceko Martin didampingi oleh pejabat terkait dan wakil delegasi bisnis dari sektor kesehatan.

Editor: Ilham Mulyawan
ekon.go.id
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Wakil Menteri Luar Negeri Republik Ceko Y.M Martin Tlapa 

TRIBUN-SULBAR.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Ceko Y.M Martin Tlapa baru-baru ini berkunjung ke Indonesia.

Dalam kunjungannya tersebut, Martin yang mewakili pemerintah Ceko memuji keberhasilan Indonesia dalam Penanganan Pandemi Covid-19 dan Langkah Transformasi Ekonomi yang Berkelanjutan.

Ia ungkapkan hal itu dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Wamenlu Ceko Martin didampingi oleh pejabat terkait dan wakil delegasi bisnis dari sektor kesehatan.

“Sebagai partner strategis, masih banyak potensi perdagangan dan investasi yang bisa dieksplorasi lebih dalam dari kedua negara,” kata Menko Airlangga.

Salah satu yang menjadi perhatian kedua negara adalah pentingnya untuk segera mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah memasuki putaran ke-11.

Dengan adanya CEPA, diharapkan perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara negara di kawasan Uni Eropa (UE) akan semakin meningkat.

Digarisbawahi oleh Wamenlu Ceko Martin bahwa Ceko akan mengawal dan mendorong agar perjanjian CEPA tersebut dapat segera difinalisasi, terlebih pada saat Ceko memegang Presidensi UE pada paruh kedua di 2022 dan Indonesia memegang Presidensi G20 di tahun yang sama.

Kesepakatan ini akan memberikan sinyal positif pada komunitas internasional dan turut mendorong dalam upaya menuju global economic recovery di masa post pandemi.

Di samping isu perdagangan, keduanya juga mengidentifikasi beberapa potensi kerjasama investasi yang dapat dikerjasamakan. Beberapa area kerjasama yang diidentifikasi dan akan di dorong ke depannya adalah kerjasama kesehatan, khususnya untuk obat – obatan terapeutik, riset dan teknologi pendeteksian virus dan mobile hospitals, renewable energy (hydro energy), digitalisasi ekonomi termasuk pengamanan cyber dan kerjasama alutsista yang merupakan kerjasama flagship kedua negara.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved