Akuntansi Unusia Siap Jadi Laboratoriun NU dalam Menjawab Transformasi Ekonomi Digital
Mengusung tema “Transformasi Digital Untuk Kebangkitan Ekonomi” dalam menyambut Mukhtamar NU ke-34 dan 100 Tahun NU.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Webinar-ekonomi-nasional.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Prodi Akuntansi, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), siap menjadi laboratorium Nahdlatul Ulama (NU) dalam kebangkitan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Prodi Akuntansi Unusia, Muhammad Aras Prabowo, dalam webinar nasional, Jumat (10/12/2021).
Webinar nasional bekerjasama Forum Satu Bangsa dan Lembaga Profesi Ekonomi dan Keuangan (LPEK) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).
Mengusung tema “Transformasi Digital Untuk Kebangkitan Ekonomi” dalam menyambut Mukhtamar NU ke-34 dan 100 Tahun NU.
Olehnya itu, kata Aras, Prodi Akuntansi Unusia sebagai PT dan Lembaga Ekonomi dan Keuangan PB PMII sebagai organisasi kemahasiswaan, membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi dan bekerjasama menyambut kebangkitan ekonomi di era digital.
“Webinar nasional ini adalah ikhtiar dalam menyambut mukhtamar NU ke-34 dan 100 tahun, berkonstribusi dalam pemikiran soal kebangkitan ekonomi digital” kata Aras yang juga Direktur Lembaga Ekonomi dan Keuangan PB PMII, dalam rilisnya kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat, malam.
Ia menambahkan, webinar ini sekaligus forum rekomendasi pemikiran menuju kebangkitan ekonomi digital untuk manjadi materi pembahsan dalam mukhtamar NU ke-34 di Lampung.
Apalagi kata Aras, beberapa webinar yang dia amati dalam menyambut mukhtamar masih sangat minim membahas soal isu ekonomi dan keuangan.
“Unusia melalui Prodi Akuntansi siap menjadi laboratorium dan garda terdepan dalam menjawab transformasi ekonomi digital untuk Indonesia dan NU” pungkasnya.
Founder & Chairman Forum Satu Bangsa, Taufik Hidayati, yang menjadi salah satu narasumber dalam webinar tersebut mengatakan, NU telah berjalan menuju kebangkitan ekonomi di era digital.
“Buktinya sampai saat ini sudah banyak inovasi yang dilakukan oleh NU di bidang digital, mulai dari website organisasi yang terintegrasi, media online melalui NU Online, Streaming Youtube melalui TV NU dan NU Chennel dan berbagai aplikasi di HP”, jelas Taufik yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unusia itu.
Founder dan Ketua Umum Komnas Rondanet, Brigjen Pol Drs Yehu Wangsajaya, yang juga menjadi narasumber mengatakan, Indonesia melalui NU harus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk keluar dari jebakan negara berkembang dengan memformulasikan teknologi untuk kebangkitan ekonomi.
Apa lagi, kata Yehu, sekitar 100 juta penduduk Indonesia adalah warga NU.
"Ini adalah sember daya yang sangat potensial dalam menjawab tantangan di era teknologi digital," ucapnya.
Direktur Jendral Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kominfo RI sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan itu menambahkan, kemajuan korporasi di bidang digital akan menjadi penyanggah utama perekonomian dunia, Indonesia dan NU.(**)