Breaking News:

DPRD Mamasa

Soal Kegaduhan di Paripurna DPRD Mamasa, Aktivis Pemuda: Jangan Jadi Sapi Ompong

"Yang terjadi kemarin itu adalah hal yang langkah, apapun melatarbelakangi Rekianto berteriak, saya sangat mengapresiasi," ungkap Roni.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng
Aktivis Pemuda Gereja, Roni, saat ditemui di salah satu rumah warga, Kamis (2/12/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Kegaduhan di paripurna DPRD Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Selasa (30/11/2021) lalu, menjadi sorotan publik.

Kegaduhan itu melebar hingga di media sosial, khusunya pengguna Facebook di Kabupaten Mamasa.

Tak sedikit netizen menjadikan kegaduhan itu sebagai bahan bullying, bahkan ada pro dan ada pula yang kontra.

Diberitakan sebelumnya, Kericuhan dipicu salah seorang ASN diketahui bernama Ernesto Randan, berteriak dan melabrak meja pimpinan DPRD Mamasa.

Ernesto yang saat ini menjabat Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, berteriak saat Reskianto Taulabi Kia menyampaikan catatan pendapat akhir fraksinya.

Ada beberapa poin catatan yang disampaikan Reskianto, mewakili Fraksi Gabungan PPP dan Gerindra.

Satu diantaranya yaitu penolakan terhadap dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Kericuhan diredam setelah Reskianto diberikan kesempatan melanjutkan catatan yang disampaikan.

Kejadian ini pun dianggap langkah beberapa pihak di Kabupaten Mamasa.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved