Breaking News:

Perkuat Kinerja, BPSDM Gelar Konsolidasi Pendampingan Masyarakat Desa di Sulbar

Kegiatan berlangsung dengan tiga pemeteri yakni mantan anggota DPD RI KH Muh. Sybli Sahabuddin, Penggiat Desa, Abd Karim.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Badan Pengelola Sumberdaya Manusia (BPSDM) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menggelar konsolidasi pendampingan masyarakat desa di Sulawesi Barat (Sulbar). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Badan Pengelola Sumberdaya Manusia (BPSDM) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menggelar konsolidasi pendampingan masyarakat desa di Sulawesi Barat (Sulbar).

Konsolidasi dalam rangka meningkatkan kinerja dipusatkan di aula Hotel Rati, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Selasa (30/11/2021).

Diikuti puluhan peserta dari pendamping desa se-Sulawesi Barat.

Turut hadir juga dari lembaga NGO dan unsur pemerintah, baik Provinsi Sulbar maupun Kabupaten Polman.

Kegiatan berlangsung dengan tiga pemeteri yakni mantan anggota DPD RI KH Muh. Sybli Sahabuddin, Penggiat Desa, Abd Karim.

Baca juga: Menko Airlangga Dukung Pengembangan Inovasi dan Teknologi Industri Tembakau

Baca juga: Kemenkumham Sulbar Tingkatkan Kualitas Bantuan Hukum untuk Warga Binaan Tak Mampu di Lapas

"Ada tiga tema yang dibahas hari ini," kata Koordinator Provinsi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) ,Nurhamzah.

Ketiga tema dimaksud yakni pemanfaatan dan pendayagunaan SDGs (Sustainable Development Goals).

Kedua mendorong percepatan penyaluran dan penggunaan dana desa tahun 2021, serta peningkatan etos kerja melalui pendampingan dengan tujuan mendorong kemandirian desa.

Nurhamzah mengatakan, yang ingin dicapai dari hasil konsolidasi ini adalah melahirkan rekomendasi dimasing masing tiga tema itu.

Selanjutnya hasil rekomendasi tersebut akan menjadi acuan untuk dipedomani bagi pendamping di wilayah kerja masing-masing.

Menurutnya, konsolidasi tersebut tidak hanya melibatkan pendamping desa, tetapi dari beberapa unsur baik lembaga NGO maupun pemerintah.

Alasan pelibatan mereka, agar objektivitasnya bukan hanya refleksi saja, tetapi evaluasi yang datang dari luar untuk memberikan penilaian tentang pendampingan desa.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved