Breaking News:

Dana Desa

Penyebab Alokasi Dana Desa Tahap II di Kabupaten Mamasa Belum Dibayarkan

Herry menyebutkan, penyebab ADD tahap kedua belum dibayarkan karena terkendala kondisi keuangan yang kosong di kas daerah.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun Timur / Samuel Mesakaraeng
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah, Kabupaten Mamasa, Herry Kurniawan 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Alokasi Dana Desa (ADD) tahap kedua di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), hingga saat ini belum dibayarkan.

Ada 168 desa dari 17 Kecamatan belum menerima ADD Tahap II dari Pemerintah Daerah.

Hal tersebut, juga dipertanyakan anggota DPRD Mamasa, Reskianto Taulabi Kia, pada rapat paripurna DPRD Mamasa, Selasa (30/11/2021) sore tadi.

Merespon itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Mamasa, Herry Kurniawan tidak membantah hal itu.

Dia menyebut, ADD tahap kedua masih ada 20 persen atau sekitar 8 miliar rupiah belum dibayarkan.

Baca juga: Pertanyakan Keseriusan Eksekutif Urus Mamasa, Reskianto: Ada Dana Siluman di APBD 2022

Baca juga: Oknum ASN Labrak Meja Pimpinan DPRD Mamasa, Orsan Minta Pemda Beri Pembinaan

Herry menyebutkan, penyebab ADD tahap kedua belum dibayarkan karena terkendala kondisi keuangan yang kosong di kas daerah.

Herry tak menampik, hal itu dampak dari defisit anggaran yang dialami APBD Mamasa dua tabung terakhir.

"Ada saat-saat tertentu kas kita mengalami kekurangan," ungkap Herry, saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Mamasa, sore tadi.

Kendati begitu, Herry memastikan di awal bulan desember nantinya, ADD yang masih sisa 20 persen akan dibayarkan.

"Awal bulan baru masuk transferan dana alokasi khusus," tutup Herry Kurniawan.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved