Breaking News:

Loka Monitor SFR Mamuju Musnahkan 35 Alat Komunikasi Ilegal di Anjungan Pantai Manakarra

“Kami akan menindak pemilik radio yang tidak memiliki ijin resmi penggunaan frekuwensi radio,” tegas Bernarth Chosthan Lima.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Loka Monitor SFR Mamuju, musnahkan alat komunikasi radio ilegal tanpa izin, di Anjungan Pantai Manakarra, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Selasa (30/11/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) musnahkan puluhan alat komunikasi radio ilegal tanpa izin.

Pemusnahan di Anjungan Pantai Manakarra, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Selasa (30/11/2021).

Alat komunikasi tersebut disita sejak tahun 2015 lantaran tidak memiliki izin frekuensi.

Sebanayak 35 unit alat komunikasi tidak memiliki izin frekuensi dimusnakan.

Diantaranya alat pemancar exciterfm satu unit, radio Hf transceiver ssb satu unit, dan radio vhf transceiver atau ht 29 unit.

Baca juga: Kemenkumham Sulbar Tingkatkan Kualitas Bantuan Hukum untuk Warga Binaan Tak Mampu di Lapas

Baca juga: Kemenkumham Sulbar Raih 2 Penghargaan dari Pemprov, H.M Anwar: Motivasi untuk Kerja yang Lebih Baik

Loka Monitor SFR Mamuju, musnahkan alat komunikasi radio ilegal tanpa izin, di Anjungan Pantai Manakarra, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Selasa (30/11/2021).
Loka Monitor SFR Mamuju, musnahkan alat komunikasi radio ilegal tanpa izin, di Anjungan Pantai Manakarra, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Selasa (30/11/2021). (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Kemudian radio vhf transceiver ring dua unit, werless spiker satu unit dan werless earphone satu unit.

Dimusnakan menggunakan mobil bomang, dengan cara menggilas alat komunikasi tersebut.

Kepala Loka Monitor SFR Mamuju, Bernarth Chosthan Lima dalam rilisnya mengatakan, pemusnahan itu sebagai bentuk upaya pembuktian kepada masyarakat bawah frekuensi radio sangat penting.

“Kami akan menindak pemilik radio yang tidak memiliki ijin resmi penggunaan frekuwensi radio,” tegas Bernarth Chosthan Lima dalam rilis yang diterima Tribun-Sulbar.com.

Bagi masyarakat tidak memiliki izin penggunaan spektrum frekuensi.

Dapat dikenakan pidana empat tahun penjara dengan denda 400 juta rupiah.

Bernarth Chosthan Lima meminta kepada seluruh masyarakat Sulbar untuk segerah mengurus secara resmi penggunaan frekuensi radio.

Pengurusan izin di kantor loka monitor SFR Mamuju, Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Karema, Mamuju.

Sehingga frekuensi yang digunakan tidak membahayakan dan merugikan orang banyak.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved