Breaking News:

Haji dan Umrah

Akses ke Tanah Suci Dibuka, Kemenag Siapkan Skenario Keberangkatan Jamaah Umrah Indonesia

Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan berbagai skenario guna memberangkatkan jamaah umrah ke Arab Saudi.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
nu.or.id
ILUSTRASI Ibadah umrah 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan skenario penyelenggaraan ibadah umrah dan haji.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan skenario itu meliputi sebelum keberangkatan, ketika berada di Arab Saudi, dan saat tiba di Tanah Air.

Sebelum berangkat ke Arab Saudi, jamaah diwajibkan untuk melaksanakan screening 1x24 jam secara terpusat di Asrama Haji Pondok Gede.

Hanya jamaah yang berusia 18-65 tahun, sudah divaksinasi dosis lengkap serta memiliki hasil tes pCR negatif yang akan diberangkatkan umrah.

Dan jamaah yang akan berangkat wajib dilaporkan ke Kementerian Agama agar diproses visa dan dokumen keberangkatannya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qiumas saat mengunjungi Arab Saudi beberapa waktu lalu
Menteri Agama Yaqut Cholil Qiumas saat mengunjungi Arab Saudi beberapa waktu lalu (Kemenag RI)

Baca juga: Pemohon Paspor Umrah di Mamuju Naik 80 Persen

Baca juga: Satgas COVID-19 BNPB Pantau Kesiapan Asrama untuk Karantina Jamaah Umrah Indonesia

"Keberangkatan jamaah umrah menggunakan satu pesawat full diisi dengan jamaah umrah tanpa ada penumpang lain," kata Yaqut Cholil Qoumas.

Tiba di Arab Saudi

Ketika tiba di Arab Saudi, jamaah wajib menjalankan karantina terlebih dahulu selama tiga hari dimulai sejak tiba.

Para jamaah dilarang keluar dari kamar selama masa karantina.

Setelah menjalani masa karantina, jamaah akan diperkenankan melaksanakan ibadah umrah selama sembilan hari termasuk perjalanan pulang pergi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved