Breaking News:

PENYEBAB 22 Sekolah di Mamuju Tidak Terakreditasi, Saharuddin: Bukan Berarti Sekolah Fiktif

"Kalau di Mamuju, sarana dan prasarana (Sapras) kurang memadai, apalagi pasca gempa 15 Januari lalu," terang Saharuddin.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Sekretaris Disdikpora Mamuju, Saharuddin. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mengeluarkan hasil akreditasi sejumlah sekolah di Sulbar.

Dari hasil akreditasi, 40 sekolah dinyatakan tidak terakreditasi.

Termasuk di Kabupaten Mamuju, terdapat 22 sekolah tidak terakreditasi.

Terdiri dari 17 sekolah tingkat dasar (SD) dan, 5 sekolah tingkat menengah pertama (SMP).

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju, Saharuddin membenarkan hal tersebut.

Baca juga: 40 Sekolah di Sulbar Tidak Terakreditasi & 2 Rekomendasi Ditutup, Amran HB: Dikemanakan Dana BOS?

Sekretaris Disdikpora Mamuju, Saharuddin.
Sekretaris Disdikpora Mamuju, Saharuddin. (Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com)

Dia menjelaskan, ada beberapa syarat belum terpenuhi sehingga sekolah tersebut belum terakreditasi.

Seperti standar nasional pendidikan (SNP) terdiri dari delapan kriteria minimal dalam pelaksanaan sistem pendidikan.

"Kalau di Mamuju, sarana dan prasarana (Sapras) kurang memadai, apalagi pasca gempa 15 Januari lalu," terang Saharuddin via telepon, Senin (29/11/2021).

Selain itu kurangnya tenaga pendidik di sekolah tersebut, yang telah menyelesaikan pendidikan S1.

Jumlah siswa yang sedikit, atau tidak memenuhi kuota menjadi penyebabnya.

Baca juga: INI Penyebab Kenapa 15 Sekolah di Mamasa Tidak Terakreditasi

Baca juga: BAN SM: 40 Sekolah di Sulbar Tak Laik Gelar Pendidikan, Terbanyak Mamuju, Berikut Daftarnya

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved