Opini

Presidential Threshold Lemahkan Kekuatan Demokrasi, Siapa yang Diuntungkan?

Ditambah pola komunikasi elit politik yang juga mengedepankan kegaduhan, sehingga semakin lengkap pembelahan yang terjadi di masyarakat.

Editor: Ilham Mulyawan
Handover
Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti 

Oleh: La Nyalla Mahmud Mattalitti

Ketua DPD RI

TRIBUN-SULBAR.COM - Potensi konflik antar kelompok masyarakat terjadi sejak polarisasi masyarakat menguat.

Hal ini disebabkan kontestasi pemilihan langsung Presiden yang disertai ambang batas pencalonan atau Presidential Threshold.

Di sinilah akar masalahnya. Karena akibat aturan ambang batas inilah pasangan calon yang dihasilkan terbukti sangat terbatas.

Celakanya, kata dia, dari dua kali pemilihan presiden, negara ini hanya mampu menghasilkan dua pasang calon yang head to head.

Sehingga dampaknya sangat terasa, yakni terjadi polarisasi masyarakat yang sangat tajam.

Banyaknya semangat antar kelompok, untuk selalu melakukan antitesa atas output pesan yang dihasilkan.

Apakah itu dalam bentuk kalimat verbal, maupun simbol dan aksi.

Ditambah pola komunikasi elit politik yang juga mengedepankan kegaduhan, sehingga semakin lengkap pembelahan yang terjadi di masyarakat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved