Breaking News:

Ketua Hipmi Majene Menyebut Penghapusan Minyak Goreng Curah di Masa Pandemi Kurang Tepat

Namun kata dia, pemerintah juga harus memperhatikan jaminan kualitas dan kesehatan minyak goreng beredaran di pasaran.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
ist/Tribun Sulbar
Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Majene, Armiah. 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Majene, Armiah, angkat bicara soal kebijakan penghapusan minyak goreng curah tahun 2020.

Diketehui, kebijakan penghapusan minyak goreng curah tersebut diatur oleh Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (RI).

Berlaku pada 1 Januari 2022 mendatang.

Anggota Komisi II DPRD Majene ini tak menampik, kebijakan pelarangan peredaran minyak curah memang kurang tetap di masa pandemi Covid-19 yang belum usai.

"Karena akan mempengaruhi biaya produksi yang berdampak pada harga jual produk yang akan mengalami kenaikan," kata Armiah melalui sambungan telepon, Sabtu (27/11/2021).

Harga minyak goreng curah itu jauh di bawah harga minyak goreng kemasan.

Sehingga mayoritas para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih membutuhkan.

Sementara, masa pandemi Covid-19 pelaku UMKM baru mulai bangkit dari keterpurkan ekonomi.

"Momen sekarang ini kurang tepat karena kita masih dalam tahapan pemulihan ekonomi," ujarnya.

Namun kata dia, pemerintah juga harus memperhatikan jaminan kualitas dan kesehatan minyak goreng beredaran di pasaran.

Agar masyarakat atau konsumen mendapat produk yang terjamin.

"Memang sebenarnya kebijakan terkait minyak goreng ini bagus, sepanjang harga bahan pokok lainnya tidak naik drastis," tutupnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved