Harga Minyak
Minyak Curah Dilarang! Almawati: Saya Saja Menjual Tapi Tidak Pake Menggoreng
Almawati pedagang di Pasar Sentral Mamuju mengaku tidak ada masalah kalau minyak curah dihapuskan.
Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Almawati-Pedagang-di-Pasar-Sentral-Mamuju-Jl-Letjen-Hertasning.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Harga minyak goreng beberpa waktu terakhir mengalami kenaikan, baik minyak goreng kemasan maupun minyak curah.
Untuk mengantisiapasi lonjakan harga di komoditas minyak goreng, pemerintah akan menghapus minyak goreng curah pada 1 Januari 2022.
Rencana tersebut tidak membuat pedagang di Pasar Sentral Mamuju kesulitan ketika minyak curah dihapuskan.
Salah satunya Almawati, pedagang di Pasar Sentral Mamuju mengaku, tidak ada masalah kalau minyak curah dihapuskan.
"Maumi diapa kalau mau dilarang dijual, saya tidak ada masalah," ujar Alma saat ditemui Tribun-Sulbar.com di Pasar Sentral Mamuju Jl Letjen Hertasing, Mamuju, Jumat (26/11/2021).
Menurutnya, daya beli masyarakat minyak curah juga sangat menurun karena terlalu mahal.
Alamawati menyebutkan, harga minyak curah satu botol itu naik jadi Rp 12 ribu yang sebelumnya hanya Rp 8 ribu.
Selain dari mahal, minyak curah juga kurang baik untuk dikonsumsi.
"Saya saja menjual, tapi tidak pake untuk menggoreng," pungkasnya (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman