OPINI

Menumbuhkan Budaya Literasi dan Numerasi di Sekolah

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah dengan tingkat literasi rendah.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Ardy Muchlis AH, S.Pd, Guru SMAN 1 Simboro Mamuju 

Oleh: Ardy Muchlis AH, S.Pd, Guru SMAN 1 Simboro Mamuju

Literasi dan numerasi memiliki peran penting dalam kehidupan kita.

Sebagai contoh. Bayangkan jika kita punya modal. Ingin berdagang. Namun kita tidak tahu cara berhitung untung dan rugi.

Atau kita punya lahan luas, tetapi kita tidak tahu nilai tanahnya dan melepasnya begitu saja ketika ada yang menawarnya.

Contoh lain, suatu waktu seorang Pejabat Kementerian Kesehatan memaparkan perkembangan penyebaran virus Corona-19 dengan berbagai macam angka statistik dan gambar.

Seperti jumlah total kasus, pertumbuhan kasus penularan tiap daerah, hingga angka kematian dan kesembuhan tiap hari. Namun kita tidak tahu dan paham, apa pesan yang ada dalam angka-angka itu.

Jika melihat contoh di atas, kita bisa lihat betapa penting kemampuan literasi dan numerasi dimiliki untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari.

Namun sayangnya, pengembangan 2 kompetensi yang dibutuhkan Abad 21 ini sering kita abaikan.
Jika melirik hasil survei, Indonesia masih tertinggal dalam hal literasi membaca dan numerasi.

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Hal ini berdasarkan survei Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved