Mengenal Perbedaan Henti Jantung Mendadak dan Serangan Jantung, Lengkap Cara Penanganannya

Menurut data terbaru World Health Organization (WHO), atau badan kesehatan dunia, kematian Penyakit Jantung Koroner di Indonesia mencapai 318,820

Editor: Ilham Mulyawan
handover
Ilustrasi penanganan Penyakit jantung 

Sudden Cardiac Arrest (SCA - Henti Jantung Mendadak)
Oleh: dr. How Ann Kee, Ahli Jantung dan Elektrofisiologi, Sunway Medical Centre

TRIBUN-SULBAR.COM - Henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba.

Kondisi ini dapat ditandai dengan hilangnya kesadaran dan napas yang berhenti.

Kondisi ini terjadi karena gangguan listrik di jantung, yang mengakibatkan pompa jantung terhenti.

Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh juga terhenti.

Henti jantung mendadak dapat mengakibatkan kerusakan otak permanen hingga kematian.

Oleh karena itu, kondisi ini perlu ditangani secepatnya.

Menurut data terbaru World Health Organization (WHO), atau badan kesehatan dunia, kematian Penyakit Jantung Koroner di Indonesia mencapai 318,820 atau 18.73 persen dari total kematian.

Angka kematian disesuaikan usia adalah 181,43 per 100,000 penduduk menempati urutan ke 44 dunia.

Maka, pertolongan segera berupa CPR (cardiopulmonary resuscitation) dan kejut jantung dapat membantu mencegah akibat tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved