Mengenal Pengobatan Transplantasi Sel Induk, Mampu Sembuhkan Kanker dan Penyakit Degeneratif

Sehingga, transplantasi sel induk, atau sel punca merupakan metode pengobatan untuk mengatasi berbagai penyakit

Editor: Ilham Mulyawan
Mengenal Pengobatan Transplantasi Sel Induk, Mampu Sembuhkan Kanker dan Penyakit Degeneratif
handover
Ilustrasi Sel darah dalam tubuh

Anda juga mungkin butuh untuk mejalani pengobatan untuk menekan system imun agar tubuh Anda tidak menyerang sel baru.
Kesuksesan transplantasi allogeneic tergantung pada seberapa sel-sel donor cocok dengan Anda sendiri.

Kerabat dekat sering kali adalah pilihan terbaik, atau kecocokan genetik dapat ditemukan dari bank umum sumsum tulang atau bank darah tali pusat.

Dato Dr. Chang mengatakan bahwa pasien yang sedang menjalani transplantasi allogenik adalah orang-orang penderita kanker darah, talasemia atau gagal tulang sumsum, karena tulang sumsum pasien atau darahnya memiliki penyakit.

Tantangan terbesar adalah penolakan atau kegagalan yang terjadi setelah operasi.

Pertanyaan yang banyak ditanyakan

1. Apa saja hal-hal yang perlu pasien perhatikan dalam menjalani transplantasi sel induk?

Sebelum transplantasi, pasien harus menjalani pemeriksaan HLA berpasangan. Usia dan kesehatan fisik adalah hal yang perlu dipertimbangkan. Dikarenakan radioterapi dan kemoterapi harus dijalankan sebelum transplantasi, orang-orang yang berusia lebih dari 60 tahun tidak disarankan untuk menjalankan tindakan ini, khususnya transplantasi allogenik karena semakin tua usianya maka resikonya juga semakin besar.

2. Apa saja proses tranplantasi?

Sebelum transplantasi dilakukan, staf medis akan melakukan pembersihan tulang sumsum pasien selama 5 sampai 6 hari melalui injeksi, pengobatan, dan elektroterapi. Donor menjalani "cuci darah" atau mengekstrak sel induk dari tulang sumsum. Pasien yang menjalankan transplantasi tulang sumsum hematopoietic akan bisa pulang dari rumah sakit selama 3 minggu; mereka yang menjalankan transplantasi tulang sumsum bisa memakan waktu selama 5 minggu.

3. Apa yang harus pasien perhatikan setelah melakukan tindakan transplantasi?

Dalam 3 bulan pertama setelah menyelesaikan proses transplantasi, kunjungan konsultasi harus dilakukan secara intensif. Pada umumnya, rutinitas normal harian dapat dilanjutkan setelah 3 bulan; rutinitas bekerja atau sekolah dapat dilanjutkan setelah 6-9 bulan. Jika tidak ada keluhan atau kegagalan di 3 bulan pertama, berarti masalahnya tidak terlalu besar. Selama 3 tahun, jika tidak mengalami kambuh, maka transplantasi dinyatakan sukses. Selama satu tahun setelah perawatan, pasien harus menghindari mengkonsumsi makanan mentah atau tidak/kurang matang.

4. Apa saja efek samping dari transplantasi sel induk?

Efek samping yang berhubungan dengan penolakan/kegagalan bisa terjadi dalam waktu singkat. Namun untuk jangka panjang, harus dilakukan perhatian ekstra terhadap efek dari organ rusak yang diakibatkan dari kemoterapi dan elektroterapi

5. Mengapa memilih Sunway Medical Centre?

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved