Komitmen Indonesia Akselerasi Ekonomi Rendah Karbon, Target Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca 29 Persen

Hal ini penting, karena perubahan iklim menjadi salah satu yang dipertimbangkan bagi pembangunan perekonomian global dalam jangka panjang.

Editor: Ilham Mulyawan
ekon.go.id
Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara dalam acara Webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dengan tema “Kebijakan dan Pembiayaan Energi dalam Menyongsong Pemulihan Ekonomi dan Presidensi RI di G20”, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Kini Indonesia mempunyai peranan penting dalam Presidensi G20.

Bakal menjadi momentum untuk mendorong upaya bersama, bagi pemulihan ekonomi global dengan memegang prinsip utama yaitu pertumbuhan yang inklusif, berpusat pada masyarakat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Salah satu prioritasnya adalah menyumbangkan dan mengembangkan sumber pembiayaan yang dapat mendukung setiap negara termasuk negara berkembang, untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dimaksud dalam The Glasgow Pact pada COP26.

Hal ini penting, karena perubahan iklim menjadi salah satu yang dipertimbangkan bagi pembangunan perekonomian global dalam jangka panjang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perubahan iklim menjadi tantangan ekonomi karena ke depannya diprediksi akan terjadi kenaikan suhu sebesar 2,5 hingga 4,7 derajat celcius pada 2100 akibat peningkatan Gas Rumah Kaca.

"Tetapi dalam pertemuan G20 beberapa waktu lalu, sudah disepakati bahwa ini bisa dijaga dalam level 1,5 derajat,” tutur Airlangga ketika menjadi pembicara adalam Webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dengan tema “Kebijakan dan Pembiayaan Energi dalam Menyongsong Pemulihan Ekonomi dan Presidensi RI di G20”, Kamis (25/11/2021).

Menurutunya, Indonesia melalui Nationally Determined Contributions (NDC), yang berkomitmen menurunkan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29 persen dalam kondisi business as usual.

Guna memenuhi target ini, sektor energi ditargetkan menyumbang penurunan emisi sebesar 314 juta ton CO2e dan sektor kehutanan dapat menurunkan emisi sebesar 497 juta ton CO2e pada tahun 2030.

Pemenuhan target emisi GRK pada tahun 2030 sesuai NDC tersebut membutuhkan biaya sekitar USD 250 miliar.

Sehingga, dibutuhkan berbagai kegiatan mendorong aksi mitigasi, tidak hanya dari Pemerintah tetapi juga dari swasta dan masyarakat maupun dari financial global.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved