Breaking News:

Belanja APBD Sulbar

Belanja APBD Sulbar Terendah 2021, Wakil Gubernur: Gempa dan Pandemi Covid-19 Jadi Penyebab

Namun, kata Enny, Pemprov terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar bisa mencapai angka 70 persen ke atas hingga akhir tahun.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
Wakil Gubernur Sulbar, Hj Enny Anggraeni Anwar saat ditemui di DPRD Sulbar Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Jumat (26/11/2021) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi provinsi terendah belanjar APBD tahun 2021.

Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah per 19 November 2021, dari 34 provinsi hanya 8 provinsi yang angka realisasi belanja APBD-nya di atas 70 persen.

Sedangkan 26 provinsi lainnya realisasi belanja APBD-nya masih di bawah 70 persen.

Daerah-daerah tersebut diantaranya adalah Provinsi Papua, Sulawesi Barat, Papua Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Bara, Sulawesi Tenggara, Jambi, dan beberapa provinsi lainnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Hj Enny Anggraeni Anwar, mengatakan dua penyebab sehingga belanja APBD tahun 2021 belum mencapai 70 persen.

"Kita dilanda dua bencana pertama gempa 15 Januari 2021 lalu dan pandemi Covid-19 masih berlangsung," kata Enny saat ditemui di DPRD Sulbar Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Jumat (26/11/2021).

Namun, kata Enny, Pemprov terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar bisa mencapai angka 70 persen ke atas hingga akhir tahun.

Tahun 2022 mendatang, lanjutnya, akan menjadi catatan penting bagi pemprov agar tidak lagi masuk belanja APBD terendah.

"Sesuai visi-misi kita, akan diselesaikan pada tahun 2022 mendatang yang belum realisasi," tutur Enny. (*)

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved