Sekretaris Disdikbud Mamasa Tutug Widodo Harap Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen
Belajar mengajar dari rumah kata Tutug tidak efektif meningkatkan pengetahuan peserta didik.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sekretaris-Disdikbud-Mamasa-Tutug-Widodo-saat-ditemui-di-ruangan-kerjanya-Kamis-25112021.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sekertaris Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamasa Tutug Widodo harap pembelajaran tatap muka bisa 100 persen segera.
Belajar mengajar dari rumah kata Tutug tidak efektif meningkatkan pengetahuan peserta didik.
Apalagi sudah hampir dua tahun pandemi Covid-19 di Indonesia.
Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan dan perekonomian masyarakat.
Tetapi, juga berdampak pada dunia pendidikan lantaran sekolah harus memberlakukan proses belajar dari rumah.
Akibatnya, peserta didik secara umum mengalami learning lost atau hilangnya kemampuan akademik pengetahuan atau keterampilan oleh peserta didik kata Tutug.
"Ini karena kesempatan peserta didik mendapatkan kesempatan belajar sangat berkurang"kata Tutug Tutug Widodo, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/11/2021).
Kata dia, kebijakan dilakukan pemerintah mengefektifkan proses belajar, yakni dengan menerapkan proses belajar tatap muka terbatas.
Namun, proses pembelajaran tatap muka terbatas, dianggap masih belum efektif.
Alasannya, ruang gerak peserta didik mendapatkan pembelajaran masih dibatasi.
Dengan demikian, Tutug Widodo berharap diberlakukan pembelajaran tatap muka 100 persen.
"Hal itu dapat dilakukan jika ditunjang dari keinginan tenaga pengajar dan peserta didik menerima vaksin," ungkap Tutug Widodo, saat ditemui di ruang kerjanya kantor Disdikbud di Makau, Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kamis (25/11/2021).
Dengan begitu, kemerdekan mendapatkan kesempatan belajar lanjut dia, tetap dilakukan secara fleksibel dengan berpedoman pada kurikulum 2013.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng