Santripreneur Jadi Lokomotif Pengembangan Produk Halal di Indonesia, Ikut Dorong Pemulihan Ekonomi

La Nyalla menyebutkan Santripreneur Award 2021 ini tidak sebatas sebagai acara seremonial belaka, namun perlu diikuti dengan semangat dan implementasi

Editor: Ilham Mulyawan
La Nyalla for Tribun-Sulbar.com
Kegiatan Santripreneur 

TRIBUN-SULBAR.COM - Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, kegiatan Santripreneur Award 2021 bisa menjadi pionir dalam pengembangan kewirausahaan di Indonesia.

Terutama bisnis yang mengembangkan produk halal di Indonesia.

Santripreneur Award 2021 yang diselenggarakan oleh Santripreneur Indonesia ini melombakan para santripreneur dalam tiga kategori yakni kategori kuliner, kemudian kategori industri, perdangangan dan jasa, serta kategori kreatif.

La Nyalla menyebutkan Santripreneur Award 2021 ini tidak sebatas sebagai acara seremonial belaka, namun perlu diikuti dengan semangat dan implementasi untuk memberdayakan para santri di Indonesia.

Sehingga, para santri memiliki kemampuan kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

"Santri kini memiliki berbagai peluang dan kesempatan untuk berkarya serta berkontribusi dalam membangun perekonomian negeri. Anugerah Santripreneur Award 2021 merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan peluang tersebut," ujar LaNyalla, seperti dikutip dari rilis yang diterima, Rabu (24/11/2021).

Dengan Santripreneur Award, pesantren memiliki langkah tepat dalam mewujudkan pesantren yang memiliki kekuatan ekonomi.

Menurut Senator asal Jawa Timur itu, Santripreneur mencetak generasi Muslim unggul yang mahir di bidang agama dan ekonomi.

"Dengan Santripreneur, pesantren Indonesia tidak hanya menciptakan manusia yang pandai dalam ilmu agama, tetapi juga melahirkan insan Muslim yang kuat secara ekonomi," tambahnya.

LaNyalla menilai melalui Santripreneur Indonesia akan kaya dengan produk halal yang kini sedang menjadi incaran pasar global. Oleh karenanya, LaNyalla menilai Santripreneur dapat menjadi kekuatan produk halal di Indonesia.

Ketua Dewan Penasehat KADIN Jatim itu mengingatkan agar produk yang dihasilkan sedapat mungkin tak hanya mengedepankan kehalalal, tetapi juga melihat potensi dan peluang pasar yang tengah berkembang

Dengan begitu, LaNyalla optimistis Santripreneur akan menjadi motor penggerak kekuatan ekonomi, tak hanya bagi umat Muslim, tetapi juga bagi bangsa.

"Jadi para santri harus jeli melihat peluang pasar. Potensi yang dikembangkan menjadi sebuah produk diharapkan menjadi kebutuhan pasar, tak hanya di dalam, tapi juga di luar negeri," sarannya.

Dengan begitu, maka Santripreneur telah mendorong pergerakan ekonomi nasional yang memang tengah menjadi fokus perhatian pemerintah di tengah pandemi Covid-19. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved