Kamis, 4 Juni 2026

Harga Cabai

Harga Cabai di Pasar Sentral Majene Melonjak, Diskoperindag: Kita Tetap Awasi

Tiap satu minggu sekali, Diskoperindag turun langsung memantau perkembangan harga di Pasar Sentral Majene.

Tayang:
Penulis: Nasiha | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Harga Cabai di Pasar Sentral Majene Melonjak, Diskoperindag: Kita Tetap Awasi
Tribun Sulbar / Misbah Sabaruddin
Kepala Seksi Bapokstra Diskoperindag Kabupaten Majene Arnold D (kanan) saat meninjau perkembangan harga barang kebutuhan pokok di Pasar Sentral Majene, Senin (22/11/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Harga cabai merah di Pasar Sentral Majene terus melonjak.

Hingga kini, harga cabai di Pasar Sentral Majene tembus Rp 32 ribu per kilogram.

Dari harga sebelumnya berada di kisaran Rp 28 ribu per kilogram.

Kepala Seksi Bahan Pokok dan Barang Strategis (Bapokstra) Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Majene Arnold D mengatakan, pihaknya tetap mengawasi perkembangan harga barang kebutuhan pokok serta hasil pertanian dan barang penting lainnya di Pasar Sentral Majene.

"Tiap hari Senin kita turun ke pasar memantau harga bahan pokok dan bahan lainnya," ujar Arnold kepada Tribun-Sulbar.com saat meninjau di Pasar Sentral Majene, Senin (22/11/2021).

Ia menuturkan, tiap satu minggu sekali, pihaknya turun langsung memantau perkembangan harga di Pasar Sentral Majene.

Setelah ditinjau, perkembangan harga lalu dilaporkan ke pihak terkait.

Seperti Polres Majene dan Kejaksaan Negeri Majene serta beberapa pihak lainnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauannya, kebanyakan pedagang mengaku kenaikan harga dipicu karena kurangnya stok.

"Rata-rata penyebab harga naik itu karena kurangnya stok," lanjutnya.

Untuk itu beberapa hari kedepan, pihaknya akan mengawasi lebih ketat perkembangan harga barang kebutuhan pokok serta hasil pertanian dan barang penting lainnya di Pasar Sentral Majene.

Sementara, salah satu pedagang cabai di Pasar Sentral Majene Lulu (44) asal Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengatakan, harga cabai merah terus melonjak sejak Jumat (19/11/2021).

"Masih terus naik sejak Jumat kemarin,"  ujar Lulu kepada Tribun-Sulbar, Senin (22/11/2021).

Ia mengaku, lonjakan harga dipicu akibat kurangnya stok.

Stok cabai sulit karena musim hujan.

Banyak petani yang gagal panen karena hasil tani cabai hancur akibat hujan.

"Kurang stok dari Enrekang, Sulsel. Tidak ada yang petik karena hancur," sambungnya.

Ia memperkirakan jika stok masih susah, harga cabai akan terus melonjak hingga tahun baru.

"Biasa tembus Rp 40 ribu per kilogram. Bisa-bisa sampai tahun baru kalau masih susah," jelasnya.

Sementara, harga cabai keriting juga ikut naik jadi Rp 32 ribu per kilogram.

Dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram.

Sedangkan, cabai rawit Masih bertahan di harga Rp 60 ribu per kilogram

Untuk, harga bawang merah malah turun jadi Rp 20 ribu per kilogram.

Dari harga sebelumya Rp 24 ribu per kilogram.

Harga bawang putih masih bertahan di kisaran Rp 27 ribu per kilogram.

Untuk tomat juga masih bertahan di kisaran Rp 10 ribu per kilogram. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved