Breaking News:

Harga Cabai

Harga Cabai di Pasar Sentral Majene Makin Pedas, Tembus Rp 32 Ribu per Kilogram

Lonjakan harga cabai di pasar sentral Majene dipicu akibat kurangnya stok. Stok cabai sulit karena musim hujan.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Misbah Sabaruddin
Lulu (44), Pedagang cabai di Pasar Sentral Majene. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Harga cabai merah di Pasar Sentral Majene terus melonjak hingga Rp 32 ribu per kilogram.

Dari harga sebelumnya berada di kisaran Rp 28 ribu per kilogram.

Pedagang cabai di Pasar Sentral Majene Lulu (44) asal Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengatakan, harga cabai merah terus melonjak sejak Jumat (19/11/2021).

"Masih terus naik sejak Jumat kemarin,"  ujar Lulu kepada Tribun-Sulbar, Senin (22/11/2021).

Ia mengaku, lonjakan harga dipicu akibat kurangnya stok.

Stok cabai sulit karena musim hujan.

Banyak petani yang gagal panen karena hasil tani cabai hancur akibat hujan.

"Kurang stok dari Enrekang, Sulsel. Tidak ada yang petik karena hancur," sambungnya.

Ia memperkirakan jika stok cabai masih susah, harga cabai akan terus melonjak hingga tahun baru.

"Biasa tembus Rp 40 ribu per kilogram. Bisa-bisa sampai tahun baru kalau masih susah," jelasnya.

Sementara, harga cabai keriting juga ikut naik jadi Rp 32 per kilogram.

Dari harga sebelumnya Rp 30 per kilogram.

Sedangkan, cabai rawit Masih bertahan di harga Rp 60 ribu per kilogram

Untuk, harga bawang merah malah turun jadi Rp 20 ribu per kilogram.

Dari harga sebelumya Rp 24 ribu per kilogram.

Harga bawang putih masih bertahan di kisaran Rp 27 ribu per kilogram.

Untuk tomat juga masih bertahan di kisaran Rp 10 ribu per kilogram. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved