Breaking News:

Banjir Polman

Andi Ibrahim Masdar: Butuh Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir di Polman

"Sebenarnya saya mau sekali bagaimana menormalisasi sungai, tapi itu bukan kewenganan saya, namun itu kewenganan balai," lanjut Andi Ibrahim Masdar.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar meninjau Kantor Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Polman, Senin (22/11/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar (AIM) mengungkapkan penyebab utama banjir yang merendam pemukiman warga setiap musim hujan.

AIM mengatakan, banjir dipicu adanya pendangkalan alur sungai, sehingga tidak mampu menampung volume air sungai.

"Saya akui masih banyak banjir dimana mana, utamanya di sekitar perkantoran. Tapi kita sudah berusaha meluaskan selokan," ucap Andi Ibrahim Masdar kepada tribun, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi Tegaskan Renovasi Asrama Mamuju di Makassar Bukan Prioritas

Baca juga: Pilkades Serentak di Mamasa Tuai Polemik, Ramlan Badawi: Banyak Kepentingan di Dalam

Sejumlah rumah warga di Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terendam banjir, Sabtu (13/11/2021).
Sejumlah rumah warga di Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terendam banjir, Sabtu (13/11/2021). (Bhabinkamtibmas Desa Segerang Bripka Hasrat Mahfud)

"Sebenarnya saya mau sekali bagaimana menormalisasi sungai, tapi itu bukan kewenganan saya, namun itu kewenganan balai," lanjut Andi Ibrahim Masdar.

Normalisasi sungai harus segera dilakukan guna meminimalisir potensi hujan di setiap musim hujan.

Sebab sungai di sejumlah titik Polewali Mandar mulai menyempit dan terjadi pendangkalan.

"Kalau sungai yang penuh, air selokan kita tidak bisa kesana, karena kalau airnya penuh masuk ke kita, karena begitu sempitnya sungai kita," tuturnya.

Kendati bukan kewengangan pemkab Polewali Mandar, saudara kandung Gubernur Sulbar Andi Ali Baal Sulbar sudah bersurat ke pihak Balai.

Ia berharap normalisasi sungai jadi perhatian utama untuk mencegah adanya banjir berikutnya.

"Sungai kita semakin sempit, karena adanya pembangunan rumah di bantaran sungai," paparnya.

Seperti baru-baru ini, banjir merendam puluhan pemukiman warga di Kelurahan Matakali.

Banjir dipicu akibat luapan sungai. Selain merendam pemukiman warga, juga merendam jalan trans Sulawesi Barat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved