Longsor Mamasa

14 Jam Longsor di Tamalantik Belum Dibersihkan, Poros Polewali-Mamasa Masih Terputus

Material longsor setinggi kurang lebih 4 meter menutup ruas jalan, menyebabkan kendaraan tak dapat melintas.

Tribun Sulbar / Samuel Mesakaraeng
pengendara gotong-royong membersihkan material longsor 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Hingga 14 jam, material longsor di Desa Tamalantik, Kecamatan Tandukkalua, Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), masih menutup ruas jalan.

Akibatnya, kendaraan dari arah berlawanan dari arah Polewali-Mamasa tidak bisa melintas.

Sebelumnya, intensitas hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Tandukkalau, menyebabkan longsor di Desa Tamalantik, Senin (22/11/2021).

Tebing di sisi kiri jalan dari arah Polewali Mandar longsor mengakibatkan ruas jalan tertutup.

Material longsor setinggi kurang lebih 4 meter menutup ruas jalan, menyebabkan kendaraan tak dapat melintas.

Longsor terjadi pada Minggu (21/11/2021) sekira pukul 22.00 Wita.

Material longsor sepanjang kurang lebih 100 meter menyebabkan kendaraan antrean panjang dari arah berlawanan.

Sebagian pengendara nekat melintas dibantu warga, namun harus membayar Rp. 50.000.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BPBD Mamasa, Labora Tandi Puang mengatakan, saat ini alat berat menuju lokasi longsor.

"Ada dari balai menuju lokasi, alat berat dari Dinas PU Kabupaten Mamasa juga sudah menuju lokasi," ungkap Labora.

Namun, hingga kini akses jalan belum bisa dilalui.

Menurut Elda yang masih berada di lokasi longsor, hingga saat ini kendaraan masih sulit melintas.

"Ada yang melintas tapi setengah mati, harus didorong. Belum ada alat berat," kata Elda.

Kata Elda, saat ini terjadi antrean panjang kendaraan dari dua arah.

"Banyak sekali kendaraan antrean. Belum bisa tembus," tandasnya.

 Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved