Breaking News:

Tidak Ada Jembatan, Warga Menyeberang dengan Rakit di Patambanua Polman

Tidak hanya Irman, penyedia jasa rakit yang terbuat bambu dan papan kayu dilakukan sekitar empat warga.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hasan Basri
Irman penyedia jasa rakit penyeberangan mendorong rakit di Sungai Patambanua, Polman 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Irman terlihat duduk di pinggir sungai Desa Patambanua, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Sesekali ia berbincang dengan teman sebayanya di sebuah rumah-rumah kecil di sekitar bantaran sungai.

Wajahnya tiba-tiba berseri saat beberapa orang warga berkendaraan motor datang.

Tanpa banyak bicara, laki-laki lima anak ini dengan cekatan langsung menghampiri pengendara motor dan mengatur posisi rakitnya.

Warga naik rakit bersama dengan kendaraan sepeda motornya.

Sementara Irman mendorong rakit dari belakang menyeberangi sungai yang dalamnya sekitar dada orang dewasa.

"Sudah menjelang empat tahun jalani," ucap Irman.

Irman menawarkan jasa penyeberangan Rp 5 ribu sekali jalan.

Irman biasa mendapatkan omset sehari Rp 100 ribu.

Tidak hanya Irman, penyedia jasa rakit yang terbuat bambu dan papan kayu dilakukan sekitar empat warga.

Warga Patambanua memanfaatkan jasa rakit untuk membantu warga menyeberangi sungai, lantaran tidak ada jembatan.

Jalan satu satunya adalah harus menggunakan jasa rakit, meskipun beresiko.

Apalagi sungai kerap meluap ketika hujan deras di hulu.

Tidak jarang juga rakit warga terbawa derasnya arus sungai ketika meluap.

"Kalau sungai meluap, kita tidak beraktivitas lagi, dan menunggu sungai sampai surut, " sebutnya. (San)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved