Opini

Bagaimana Metode Metakognisi Jadi Standar Kelulusan Peserta Didik Tingkat SMA

Standar pengetahuan metakognisi dijadikan standar kelulusan bagi peserta didik SMA dengan harapan mampu meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik.

Editor: Ilham Mulyawan
Bagaimana Metode Metakognisi Jadi Standar Kelulusan Peserta Didik Tingkat SMA
Hasniati untuk Tribun-Sulbar
Guru Kimia SMA 2 Majene Hasniati

Oleh Hasniati
Guru Kimia SMA Negeri 2 Majene

TRIBUN-SULBAR.COM - Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana.

Peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan sekaligus memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar.

Peserta didik mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah, di keluarga, dan di masyarakat.

Proses belajar selain berlangsung melalui kegiatan tatap muka yang terstruktur di kelas, juga melalui kegiatan mandiri.

Terkait dengan hal tersebut, maka pembelajaran ditujukan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif, serta mampu berkontribusi pada kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara, dan berperadaban dunia (Kemendikbud, 2014).

Berdasarkan standar kompetensi kelulusan, aspek cakupan ranah pengetahuan untuk tingkat sekolah menengah atas meliputi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognisi (Kemdikbud, 2013).

Standar pengetahuan metakognisi dijadikan standar kelulusan bagi peserta didik SMA dengan harapan mampu meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik.

Metakognisi menjadi salah satu parameter yang harus dicapai peserta didik tingkat menengah atas pada kurikulum 2013.

Parameter metakognisi dianggap penting karena menunjang keberhasilan pembelajaran peserta didik.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved