Breaking News:

798 Pemilik Rumah Walet Mamuju Tengah Bimtek Genjot Ekspor

Hasil produksi di Kecamatan Tobadak mencapai 1 kg per bulan dan Kecamatan Topoyo sebanyak 10-15 kg perdua bulan.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
Huams Balai Karantina Mamuju
Sebanyak 798 pemilik Sarang Walet ikuto Bimbingan Teknis Pemkab Mamuju Tengah 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Sebanyak 798 pemilik Sarang Burung Walet Kabupaten Mamuju Tengah ikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah bekerjasama Stasiun Karantina Pertanian Mamuju.

Pelaksanaan Bimtek tersebut mengangkat tema Akselerasi Ekspor Komoditas Sarang Burung Walet di Mamuju Tengah, Sulbar, Kamis (18/11/2021).

Mewakil Bupati Mamuju Tengah Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Abdul Rajab mengatakan dukungan pemerintah daerah untuk mendukung program unggulan Kementerian Pertanian yaitu Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor).

"Berdasarkan data yang telah dihimpun Dinas Pertanian Mamuju Tengah bahwa jumlah rumah Sarang Burung Walet yaitu sebanyak 798," kata Abdul Rajab.

Lanjutnya, hasil produksi di Kecamatan Tobadak mencapai 1 kg perbulan dan Kecamatan Topoyo sebanyak 10-15 kg perdua bulan.

"Kalau kecamatan lain masih baru mendirikan rumah walet dan belum berproduksi," ungkap Abdul Rajab.

Sementara itu, secara daring, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Wisnu Wasisa Putra mengatakan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang terus tumbuh di tengah Pandemi.

"Oleh karena itu, kita terus menggenjot Pertanian melalui Gratieks. Adapun beberapa langkah untuk mendukung Gratieks yaitu, meningkatkan volume ekspor, mendorong pertumbuhan eksportir baru, menambah ragam komoditas ekspor, meningkatkan frekuensi pengiriman dan menambah negara mitra dagang," ungkap Wisnu Wasisa Putra.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Karantina Sulawesi Barat Agus Karyono menyampaikan kegiatan ini menjadi forum antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pakar walet dan peternak walet

Adapun tujuannya, untuk mensosialisasikan, mensinergikan dan menyelaraskan program unggulan Kementerian Pertanian Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor sekaligus mencari solusi terhadap permasalahan permasalahan ekspor komoditas SBW di Mamuju Tengah.

"Untuk mendukung kegiatan ini berjalan lancar, kami menghadirkan narasumber yang berkompeten diantaranya dari Pakar Walet yang membahas terkait Budidaya Sarang Burung Walet dan Pusat Karantina Hewan yang membahas terkait prosedur dan persyaratan ekspor SBW," ujar Agus Karyono

Dalam kegiatan tersebut, dirinya juga menampilkan produk UMKM yang mendukung peningkatan produktifitas Walet serta peternak walet juga diajak langsung ke lapangan.

"Tujuannya mengunjungi rumah walet agar penyampaian informasi lebih efektif dan mudah dipahami bagi para peserta," tandasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved