Breaking News:

UMP UMK Sulbar

UMP-UMK Sulbar Diperkirakan Tak Naik, H Sudirman: Harusnya Pemerintah Melihat Kondisi Lapangan

"Jadi jangan lagi kita bicara soal ruang visikal, tapi melihat kondisi para pekerja di lapangan," ungkap Sudirman.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Barat, H Sudirman 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Sulbar diperkirakan tidak mengalami kenaikan.

Kondisi pandemi Covid-19 dan bencana alam dialami Sulbar menjadi salah satu pertimbangan pemerintah tidak menaikkan UMP-UMK.

Penetapan UMP akan dilakukan pada tanggal 19 November 2021 mendatang.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, H Sudirman mengatakan, seharusnya pemerintah melihat kondisi di lapangan.

"Apalagi ini menyangkut masalah biaya hidup, maka perlu dipertimbangkan sekarang ini," kata Sudirman, saat ditemui di kantor DPRD, Selasa (16/11/2021).

Lanjutnya, meskipun tidak sama dengan standar nasional UMP-UMK diterapkan di Sulbar.

Namun, minimal mendekati standar nasional penerapan UMP-UMK.

"Jadi jangan lagi kita bicara soal ruang visikal, tapi melihat kondisi para pekerja di lapangan," ungkap Sudirman.

Terutama, para pekerja sawit di beberapa kabupaten perlu menjadi perhatian.

Mengingat, harga sawit semakin hari semakin naik di pasaran.

"Bukan hanya di perusahaan sawit, tetapi di perusahaan lainnya juga mestinya mengikuti standar UMP-UMK," ujarnya.

Diketahui, UMP Sulbar tahun 2021 sebesar Rp 2.678.863,10 sen.

Sedangkan, UMK masing-masing Pemkab di Sulbar berpariasi mulai dari Rp2,7 juta hingga Rp 3 juta.(*)

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved