Kanwil DJPb Sulbar

Triwulan III 2021, Defisit Belanja APBN di Sulbar Tercatat Rp 6,6 Miliar

Dalam rilis yang diterima Tribun-Sulbar.com, dijelaskan bahwa tingkat kemisikinan tercatat 11,29 persen pada bulan Maret 2021.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
IG Kanwil DJPb Sulbar
Rilis kajian fiskal regional triwulan III 2021 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) merilis Kajian Fisikal Regional (KFR).

Kajian Fisikal Regional (KFR) membahas kondisi makro ekonomi dan progres Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di lingkup Sulbar pada Triwulan III 2021.

Perekonomian Sulbar tercatat mengalami kenaikan, 2,45 persen (y-o-y).

Hal tersebut, menunjukan kondisi ekonomi Sulbar terus mengalami pemulihan di masa pandemi Covid-19 dan bencana Gempa Bumi pada awal 2021 lalu.

Sementara untuk indikator makro ekonomi yang lain, inflasi berada pada 3,14 persen (y-o-y).

Tingkat inflasi ini masih tergolong stabil meski berada di atas infalasi level nasional.

Dalam rilis yang diterima Tribun-Sulbar.com, dijelaskan bahwa tingkat kemisikinan tercatat 11,29 persen pada bulan Maret 2021.

Lebih rendah pada kondisi September 2021 telah tercatat sebesar 10,14 %.

Untuk tingkat pengangguran di Sulbar mencapai 3,13 persen lebih rendah dari pada level nasional sebesar 6,49 persen.

Indikator ketimpangan pendapatan pada rasio nilai gini Sulbar tercatat 0,335 lebih kecil dibandingkan level nasional mencatat 0,384.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved