Produk UMKM Mamuju Masuk Indomaret, Dosen Unsulbar: Perlu Regulasi Agar Tak Monopoli Dagang

Menurutnya, masuknya produk UMKM ke pasar modern merupakan salah satu bentuk kemitraan yang perlu dijaga dan dibuat regulasinya secara hati-hati.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Hasrul Rusdi
ist/Tribun Sulbar
Dosen Fakultas Ekonomi Univeristas Sulawesi Barat, Dahlia. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Mamuju akan dipasarkan lewat perusahaan retail Indomaret.

Hal ini diungkapkan oleh Development Manager Indomaret Cabang Makassar, Hendra Satria dalam pelatihan kewirausahaan yang diselanggarkan, PT Indomaret dan Pemerintah Kabupaten Mamuju di Cafe Nal Jl Ks Tubun, Kompleks Rumah Adat Mamuju, Senin (15/11/2021).

Ada 50 pelaku UMKM di Kabupaten Mamuju mengikuti pelatihan tersebut.

Baca juga: Inspektur Jenderal Kemenkumham Minta Jajaran Tingkatkan Kematangan Teknis dan Kecerdasan Emosional

Baca juga: BPOM Mamuju Permudah Izin Usaha, Hadirkan Biyanka di Kantor Dinas Penanaman Modal

Hendra Satria Development Manager Indomaret Cabang Makassar
Hendra Satria Development Manager Indomaret Cabang Makassar (Tribun Sulbar / Fahrun Ramli)

Dosen Fakultas Ekonomi Univeristas Sulawesi Barat (Unsulbar), Dahlia mengatakan, peluang produk UMKM dipasarkan melalui perusahaan retail tertentu akan memberi dampak positif bagi pengembangan pemasaran produk lokal.

Sebab, produk UMKM yang tadinya hanya dijual di pasar tradisional atau pun membuka gerai sendiri, pemasarannya akan semakin luas.

Sehingga potensi untuk mencapai omset penjualan yang lebih tinggi dapat dimaksimalkan.

Terlebih lagi saat ini, respon masyarakat untuk berbelanja di minimarket seperti Indomaret juga meningkat.

"Asumsi masyarakat bahwa berbelanja di pasar modern (minimarket) jauh lebih baik kualitas layanannya baik dari segi kebersihan dan kerapihan barangnya daripada pasar tradisional, meskipun ada pula masyarakat yang masih tetap loyal untuk bertransaksi dipasar tradisional," ujar Dahlia kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (16/11/2021).

Salah satu penyebab banyaknya masyarakat yang beralih berbelanja di pasar modern yakni adanya perubahan kebutuhan yang tadinya bersifat fungsional menjadi kebutuhan psikologis yang merasa senang dan puas berbelanja di pasar modern.

Namun, ia mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju dan pengelola perusahaan retail agar membuat perencanaan matang dan kesepakatan bersama dengan pelaku UMKM.

Menurutnya, masuknya produk UMKM ke pasar modern merupakan salah satu bentuk kemitraan yang perlu dijaga dan dibuat regulasinya secara hati-hati.

Sebab, jangan sampai justru keberadaan pasar modern semakin membuat pasar tradisional kian tersaingi.

"Misalnya dalam aspek lokasi perlu dibuat aturan tegas mengenai jarak lokasi antara pasar modern dengan pasar tradisional," tukas Koordinator Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Unsulbar tersebut. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved