Breaking News:

BPOM Mamuju

BPOM Mamuju Permudah Izin Usaha, Hadirkan Biyanka di Kantor Dinas Penanaman Modal

"Makanya kami hadir di instansi, dimana orang mengurus izin usaha. Jadi kita juga membuka layanan di kantor PTSP kabupaten," bebernya.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Habluddin/Tribun Sulbar.com
Mobil Layanan Informasi dan Edukasi Keliling (Biyanka) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju hadir di Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Mobil Layanan Informasi dan Edukasi Keliling (Biyanka) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju hadir di Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar).

Mobil tersebut di parkir di depan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar.

Kepala BPOM Mamuju, Lintang Purba Jaya mengatakan, Biyanka hadir untuk mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat.

Baca juga: Cegah Berkembangnya Isu Liar, LaNyalla Desak Pemerintah Usut Tuntas Insiden Kilang Cilacap

Baca juga: Tanggapan BPBD Mamuju Soal Rumah Husna Rusak Parah Pasra Liat Tetangga Terima Bantuan

Mobil Layanan Informasi dan Edukasi Keliling (Biyanka) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju hadir di Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar).
Mobil Layanan Informasi dan Edukasi Keliling (Biyanka) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju hadir di Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar). (Habluddin/Tribun Sulbar.com)

Meskipun, BPOM Mamuju juga membuka layanan di kantornya, Jl poros Mamuju-Kalukku, Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulbar.

"Karena jauh dari kota, maka kami datang dengan menggunakan layanan Biyanka," kata Lintang, saat ditemui, Selasa (16/11/2021).

Lanjutnya, memilih membuka layanan di depan kantor DPMPTSP karena membantu dan mengawal pelaku usaha mudah melakukan proses perizinan.

Banyak, pelaku usaha mau mengurus izin produknya, tapi banyak tidak tahu alurnya.

"Makanya kami hadir di instansi, dimana orang mengurus izin usaha. Jadi kita juga membuka layanan di kantor PTSP kabupaten," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga menampilkan beberapa produk kosmetik ilegal agar masyarakat tahu mana berizin dan mana tidak berizin.

Sehingga, bukan hanya membantu pelayanan perizinan usahanya, melainkan memberikan sosialisasi produk ilegal.

Baca juga: Cegah Berkembangnya Isu Liar, LaNyalla Desak Pemerintah Usut Tuntas Insiden Kilang Cilacap

Baca juga: Kejati Sulbar Dua Kali Bacakan Pantun di Mamasa: Kami Datang Bukan Sembarang Datang

"Jadi masyarakat bisa mengetahui mana produk ilegal dan mana legal. Beberapa pengusaha singgah bertanya-tanya cara melakukan pendaftaran izin edar produknya," ungkap Lintang.

Dia berharap masyarakat tidak menggunakan produk ilegal tanpa ada izin BPOMnya.

Termasuk, meski produk tersebut memakai lebel izin BPOM palsu bisa dicek di website disediakan BPOM.

"Pertama izin edarnya, melalui mengecek produknya. Tapi kalau ada lebel izin edarnya bisa dicek mobile BPOM," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved