Opini

Literasi Media di Era Penyiaran Digital

Sekarang dihadapkan pada perancangan, pengoperasian, dan pengawasan sistem penyiaran digital.

Editor: Nurhadi Hasbi
ISTIMEWA
Firdaus Abdullah 

Literasi media muncul pada tahun 1970-an ketika metode berpikir kritis mulai diperkenalkan di Amerika Serikat (Bakti,2016).

Dengan mengacu pada kepada gagasan Wiedarti literasi media secara mendasar dipahami sebagai melek, menguasai, memahami dan menggunakan informasi dari media dengan cerdas.

Literasi media merupakan suatu upaya pembelajaran khalayak media dan masyarakat menggunakan media dengan cerdas.

Poin penting literasi media adalah bagaimana mengubah paradigma masyarakat dalam menggunakan media dari pasif menjadi aktif.

Hampir setiap masyarakat saat ini memiliki media penyiaran baik televisi maupun radio, akan tetapi sebagian besar lebih banyak mengkonsumsi media televisi.

Tentu kita menyadari bahwa sebagian masyarakat masih kurang memahami bagaimana menjadi penonton yang cerdas.

Padahal dizaman digital saat ini, penting untuk bisa menjadi penonton maupun pendengar yang cerdas, serta pentingnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan literasi media.

Misalnya dengan melakukan crosscheck atau tabayyun terhadap suatu berita atau informasi sebelum mempercayaai atau ikut menyebarannya.

Selain itu, keberadaan literasi media menjadi penting karena mengingat keberadaan industri media / penyiaran yang tidak netral, mengingat bahwa apapun acara lembaga penyiaran adalah selalu bermuatan atau orientasi ekonomis.

Penjabaran di atas menunjukkan bahwa literasi media secara esensial mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan kritis terhadap media.

Literasi media bukan bersifat bawaan, melainkan bisa dilakukan lewat suatu kegiatan seperti sosialisasi atau pendidikan antara lain pada lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat secara umum.

Hal ini penting karena literasi media dapat membuka mata masyarakat agar dapat membedakan yang layak untuk dikonsumsi mana tidak.

Sehingga dengan keberadaan literasi media sebagai upaya mencegah atau mengurangi dampak negatif atas program siaran yang ditayangkan lembaga penyiaran.

Disamping itu, keberadaan literasi media merupakan salah satu pilar penting dalam pelaksanaan digitalisasi penyiaran, untuk memberikan penguatan kepada masyarakat tentang konten siaran yang layak ditonton saat berlimpahnya saluran televisi lewat digitalisasi,

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved