Bulan Fintech Nasional

Ramaikan Bulan Fintech Nasional Hingga 12 Desember, Banyak Ragam Promosi, Edukasi Hingga Job Fair

Peluncuran ini menandakan keseriusan pemerintah dan pelaku fintech untuk mengembangkan ekosistem keuangan digital nasional.

Editor: Ilham Mulyawan
Tangkapan layar Peluncuran Bulan Fintech via Zoom
peluncuran Bulan Fintech, dihadiri Menko Airlangga hartarto, Gubernur BI Perry Warjiyo hingga Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso 

TRIBUN-SULBAR.COM - Bersamaan dengan Pembukaan Bulan Fintech Nasional 2021, diluncurkan pula situs cekfintech.id untuk menjamin masyarakat aman dan nyaman menggunakan produk Financial technology (Fintech).

Bulan Fintech Nasional berlangsung mulai 11 November hingga 12 Desember 2021.

Berbagai keuntungan bisa diperoleh masyarakat melalui kegiatan ini, di antaranya ragam promosi, pelatihan, hingga job fair untuk meningkatkan adopsi dan literasi fintech.

Ajang ini merupakan kolaborasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Peluncuran ini menandakan keseriusan pemerintah dan pelaku fintech untuk mengembangkan ekosistem keuangan digital nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pada sektor peer-to-peer lending, Indonesia sudah ada penyaluran dana sebesar Rp262,93 triliun, nilai yang hampir setara dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah, yakni sebesar Rp 285 triliun.

“Transformasi digital di sektor jasa keuangan perlu didorong dengan inovasi di bidang fintech, transparansi suku bunga, sosialisasi intensif, dan pengungkapan yang jelas, termasuk agar tingkat literasi masyarakat semakin tinggi di bidang keuangan digital,” ungkap Airlangga.

Sejalan dengan Menko Perekonomian, Bank Indonesia juga mendukung penuh inisiatif untuk memperkuat ekosistem fintech berizin yang aman.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI berkomitmen akselerasi digitalisasi, mendukung inovasi dan mengintegrasikan ekonomi keuangan digital secara end to end, khususnya yang dilakukan oleh industri sistem pembayaran termasuk fintech.

"Dari sisi sistem pembayaran, BI mendorong integrasi, interkoneksi, interoperabilitas infrastruktur serta memastikan aspek keamanan, kehandalan, praktik pasar yang sehat, efisien dan wajar," ujar Perry.

Sehingga diharapakan industri dan masyarakat pengguna layanan terhindar dari risiko yang menyertai perkembangan produk, layanan dan inovasi maupun praktik-praktik ilegal.

Snada disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Dalam pernyataannya, OJK, kata Wimboh mendorong kolaborasi lintas industri dan meningkatkan inovasi terutama pada layanan dan produk keuangan.

Kolaborasi dan inovasi ini akan menghasilkan produk atau layanan keuangan yang ramah konsumen dengan pricing yang kompetitif dan membuka akses keuangan ke masyarakat yang lebih luas.

"Termasuk mengembangkan layanan keuangan digital kontributif dan inklusif yang berfokus pada pemberdayaan UMKM," terangnya. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved