Breaking News:

Berita Mamasa

Kelola Rp1,3 Milliar, Pemerintah Desa Panetean Mamasa Prioritaskan Infrastruktur Hingga Kesehatan

Dengan total kurang lebih Rp1,3 miliar dana yang dimiliki, Desa Panetean memprioritaskan pengelolaan dana tersebut untuk menjalankan tiga bidang utama

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Ilham Mulyawan
Semuel Messakaraeng/Tribun-Sulbar.com
kepala Desa Panetean Mamasa, Fikal memperlihatkan penghargaan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa 

Desa yang memiliki kontur geografis bergelombang (corrugated area) mulai dari dataran rendah hingga daerah perbukitan ini, memiliki risiko bencana longsor terutama pada kondisi curah hujan yang tinggi.

Beberapa dusun di Desa Panatean khususnya yang berada di perbukitan merupakan area rawan longsor, sehingga perlu infrastruktur sebagai antisipasi bencana.

Pada tahun 2021 ini, masyarakat melalui Kepala Desa Panetean menetapkan anggaran Dana Desa sebesar Rp86,25 juta untuk membangun talud di Dusun Sissi II sebagai pelengkap dari pembangunan talud di Dusun Sissi pada tahun 2020 lalu.

Kepala Desa Panetean, Fikal, mengatakan, selain untuk antisipasi longsor, pembangunan talud bermanfaat pula bagi penguatan pondasi jalan agar awet dan tidak mudah rusak, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga desa untuk beraktivitas.

Warga Desa Panetean mayoritas beraktivitas dan bermatapencaharian di bidang pertanian.

Desa berpopulasi 1.015 jiwa dengan 203 kepala keluarga ini sebagian besar menggantungkan hidupnya dari panen hasil pertanian, baik untuk diperdagangkan maupun digunakan sebagai konsumsi pribadi.

Kondisi ini ditangkap dengan baik oleh pengelola dana desa di Desa Panatean terutama oleh Kepala Desa Panatean, dengan membangun irigasi perpipaan demi mendorong produktivitas pertanian.

Sejak tahun 2020, Desa Panatean telah membangun irigasi perpipaan dan di tahun 2021 ini, Desa Panatean kembali memperluas cakupan wilayah irigasi perpipaan dengan menetapkan anggaran Dana Desa sebesar Rp126 juta untuk pembangunan di tempat yang berbeda.

"Di samping pembangunan irigasi perpipaan, Desa Panetean juga berinisiatif untuk memperbaiki jalan di area persawahan," ungkap Fikal,

Lanjut Fikal, Ini merupakan contoh implementasi pembangunan berkelanjutan berskala desa, karena jalan produksi (usaha) tani atau production road merupakan cikal bakal multiplier effect.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved