Breaking News:

Kadis PMD Mamasa Sebut Tes Wawancara Cakades Terbuka untuk Umum, Jurnalis Kok Diusir?

Karena tindakan itu dianggap melanggar kebebasan pers sesuai undang-undang nomor 40 tahun 1999, puluhan jurnalis dan mahasiswa berunjuk rasa.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Penyerahan pernyataan sikap Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar di ruang kerja Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Tindakan pengusiran dua jurnalis saat liputan seleksi calon kepala desa di Aula Kantor Bappeda Mamasa, Kamis (4/11/2021) lalu, berujung aksi unjuk rasa puluhan wartawan dan mahasiswa.

Puluhan wartawan dan mahasiswa mendatangi Kantor Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, menyampaikan pernyataan sikap terhadap tindakan dialami dua jurnalis saat meliput.

Kedua jurnalis yakni Semuel Mesakaraeng, Jurnalis Tribun-Sulbar.com dan Yoris, Jurnalis Mandarnews.com mendapat tindakan kekerasan dari oknum aparatur sipil negara (ASN).

Baca juga: AJI Mandar Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Liputan Tes Calon Kades di Aula Bappeda Mamasa

Baca juga: ASN Mamasa Kasar & Usir Jurnalis, Aliansi Koalisi Masyarakat Sipil Demo Tuntut Ini

Hanya karena alasan sterilisasi ruang tes seleksi, kedua jurnalis itu diusir dari ruangan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved