Breaking News:

Emak-Emak Resah Harga Minyak Goreng Naik, Pemerintah Didesak Hentikan Ekspor CPO

Emak-emak mulai resah karena harga minyak goreng mahal, pemerintah didesak untuk segera menghentikan sementara ekspor CPO.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
Fahrun/Tribun Sulbar.com
Penjula minyak eceran di pasar baru Mamuju, Yuspali, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Kenaikan harga minyak goreng mulai meresahkan ibu-ibu rumah tangga.

Sebab komoditas ini setiap hari digunakan untuk keperluan menyiapkan makanan di dapur.

Meskipun, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan harga komoditas minyak goreng stabil untuk memenuhi kebutuhan pokok, akan tetapi kenyataannya ibu-ibu rumah tangga sangat menjerit.

Harga minyak goreng mengalami kenaikan 6-11 persen sepanjang bulan Oktober 2021 lalu, akibat dari harga crude palm oil (CPO) sebesar 44,03 persen.

Nevi Zuairina, anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak untuk segera merealisasikan surat yang meminta seluruh produsen minyak goreng tetap menjaga pasokan dalam rangka stabilisasi harga.

Minyak goreng kelapa di Pasar Lama Mamuju
Minyak goreng kelapa di Pasar Lama Mamuju (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

Baca juga: Kemendag Ungkap Penyebab Harga Minyak Goreng yang Kian Mahal, Kenaikan Harga CPO Jadi Penyebabnya

Baca juga: Harga Minyak Kelapa di Mamuju Naik Rp 16 Ribu Per Liter

Dan ketersediaan minyak goreng melalui penyediaan minyak goreng kemasan sederhana di pasar ritel serta pasar tradisional yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia berharap agar pemerintah juga melakukan tindakan cepat untuk segera menghentikan ekspor CPO atau ekspor minyak sawit mentah.

Lebih lanjut, ia juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan koordinasi dengan pengusaha minyak goreng agar ada dorongan produsen yang memiliki lini industri kelapa sawit terintegrasi dari hulu ke hilir.

Agar menyediakan CPO dengan harga khusus untuk diproduksi jadi minyak goreng dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Saya sebagai ibu rumah tangga juga merasakan bagaimana jeritan masyarakat dimana para ibu yang bersentuhan langsung dengan dapur."

"Untuk itu, agar harga minyak goreng ini segera stabil, pemerintah secara cepat agar menghentikan ekspor CPO untuk memenuhi permintaan dalam negeri, sekaligus menahan kenaikan harga minyak goreng. Di sisi lain, penghentian sementara ekspor CPO harus dioptimalkan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," jelas Nevi.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved