Menko Airlangga Sebut Program Kartu Prakerja Bantu UMKM Naik Kelas, Pemasaran Tinggi Peminat

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, program Kartu Prakerja juga turut membantu para pelaku usaha tingkatkan potensinya

Editor: Ilham Mulyawan
HANDOVER
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 

TRIBUN-SULBAR.COM - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan pilar terpenting dalam perekenomian Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, program Kartu Prakerja juga turut membantu para pelaku usaha maupun calon pelaku usaha untuk meningkatkan kelas, atau kompetensinya.

"Berdasarkan data Manajemen Pelaksana, salah satu pelatihan yang paling diminati adalah mengenai penjualan atau pemasaran,” ujar Airlangga saat memberikan keynote speech pada acara webinar Obsession Media Group UMKM Summit 2021 dengan tema “PPKM Outlook 2022, Pasca - PPKM dan Peluang 2022, Sabtu (6/11/2021).

Yayasan Mandar Indonesia (Yamando) saat menjual produk UMKM lansia
Yayasan Mandar Indonesia (Yamando) saat menjual produk UMKM lansia (Tribun Sulbar / Hasan Basri)

Pada sisi lain, Kemenko Perekonomian juga terus mendorong peningkatan kualitas program Kartu Prakerja dan mengembangkan ekosistem Prakerja yang dalam aktualisasinya melibatkan pihak swasta.

Termasuk perbankan dan perusahaan layanan keuangan digital sebagai mitra pembayaran.

Berdasarkan hasil survei, mayoritas penerima Kartu Prakerja mengatakan bahwa pelatihan Kartu Prakerja telah mendorong kewirausahaan dan insentif Kartu Prakerja digunakan untuk modal usaha.

Bahkan 17 persen penerima Kartu Prakerja yang sebelumnya menganggur telah berwirausaha.

Hal ini menunjukkan bahwa Kartu Prakerja telah efektif meningkatkan keterampilan menjadi wirausaha.

Selain itu, perbankan juga telah turut serta memberikan dukungan dalam pemulihan ekonomi pada masa pandemi ini, diantaranya dengan memberikan dukungan program restrukturisasi kredit/pembiayaan yang dapat dinikmati oleh dunia usaha termasuk UMKM.

Berbagai studi menyatakan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini didukung oleh sejumlah faktor, diantaranya yakni total penduduk yang terbesar ke-4 di dunia, dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 191 juta atau 70,7 persen.

Dalam rangka memantau Program Dukungan UMKM yang termasuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi salah satu kelompok pemberdayaan masyarakat yakni UMKM usAHA di Kota Surakarta. Kamis (23/9/2021).
Dalam rangka memantau Program Dukungan UMKM yang termasuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi salah satu kelompok pemberdayaan masyarakat yakni UMKM usAHA di Kota Surakarta. Kamis (23/9/2021). (HANDOVER)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved