Breaking News:

Harga Minyak Goreng Naik, Pelaku UMKM di Mamuju Terpaksa Naikkan Harga Ayam Geprek

Pemilik usaha ayam geprek Obet, Rosa (31) mengatakan, kenaikan harga minyak berpengaruh pada kenaikan harga ayam geprek.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Fahrun/Tribun Sulbar.com
Karyawan ayam geprek Obet di Jl Pababari Kelurahan Karema Mamuju, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kenaikan harga minyak goreng di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) mulai dirasakan pelaku UMKM.

Seperti pelaku UMKM ayam geprek Obet di Jl Pababari, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju.

Dimana sudah satu bulan ini harga minyak goreng mengalami kenaikan.

Pemilik usaha ayam geprek Obet, Rosa (31) mengatakan, kenaikan harga minyak berpengaruh pada kenaikan harga ayam geprek.

Sebab minyak goreng kebutuhan dasar dalam pembuatan ayam geprek.

Baca juga: Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Belum Dimulai di Sulbar, Enny Anggraeni: Masih Sosialisasi

Baca juga: Minyak Goren di Pasar Baru Mamuju Juga Mengalami Kenaikan, Pedagang: Akan Terus Naik

Karyawan ayam geprek Obet di Jl Pababari Kelurahan Karema Mamuju, Rabu (3/11/2021).
Karyawan ayam geprek Obet di Jl Pababari Kelurahan Karema Mamuju, Rabu (3/11/2021). (Fahrun/Tribun Sulbar.com)

"Bertambah modal dikeluarkan, karena naik harga minyak," kata Rosa kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (3/11/2021).

Awalnya modal yang dikeluarkan seimbang dengan keuntungan yang diperoleh.

Namun saat ini, ia harus menaikkan harga ayam geprek sebab modal kadang tak kembali.

Kini ayam geprek yang ia jual naik, dari harga Rp 12 ribu, menjadi Rp 13 ribu, per kotak.

"Mengikuti kenaikan harga minyak goreng," sebut Rosa.

Baca juga: Minyak Goren di Pasar Baru Mamuju Juga Mengalami Kenaikan, Pedagang: Akan Terus Naik

Baca juga: WASPADA Fenomena La Nina di Sulbar, Dampaknya Bisa Mengakibatkan Banjir dan Longsor

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved