Breaking News:

Longsor Mamasa

ALASAN Dinsos Mamasa Belum Salurkan Bantuan Korban Bencana di Tabulahan & Aralle

Selain banjir bandang, hujan deras juga menyebabkan longsor di Desa Baruru, Kecamatan Ralkeanak.

Tribun Sulbar / Samuel Mesakaraeng
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, Lonni 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sejak dua pekan terakhir, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat diguyur hujan deras.

Dampak intensitas hujan deras yang tinggi mengakibatkan longsor dan banjir bandang di sejumlah wilayah.

Salah satunya di Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan.

Pada 29 Oktober lalu, banjir bandang mengakibatkan persawahan warga mengalami kerusakan dan gagal tanam.

Dampaknya, sawah warga yang sudah digarap mengalami gagal tanam.

Selain banjir bandang, hujan deras juga menyebabkan longsor di Desa Baruru, Kecamatan Ralkeanak.

Akibat longsor, dilaporkan 10 unit rumah warga mengalami kerusakan.

Selain merusak rumah warga, longsor juga menutup akses penghubung Desa Baruru dan Desa Ralleanak.

Karenanya, 266 Kepala Keluarga (KK) terisolir.

Menanggapi musibah ini, Kepala Dinas Sosial Mamasa, Lonni mengatakan pihaknya telah menurunkan Tagana lakukan asesmen.

Namun, hingga kini menurut dia, belum ada laporan dari Tagana yang ia terima terkait dampak bencana.

"Kami masih asesmen di lokasi, kemarin kami turunkan Tagana tapi belum ada laporan," ungkap Lonni, Rabu (3/11/2021).

Di samping menunggu laporan dari Tagana, Dinsos juga masih menunggu penetapan status tanggap darurat.

"Kalau penyaluran bantuan makanan, kita mesti menunggu penetapan status tanggap darurat," katanya.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved