Inflasi Indonesia Terkendali Berkat Membaiknya Kondisi di Sektor Kesehatan

Stabilnya angka inflasi juga disokong oleh membaiknya kondisi di sektor kesehatan, sehingga aktivitas masyarakat bergerak dan konsumsi meninggi

Editor: Ilham Mulyawan
www.ekon.go.id/
Menko Airlangga Hartarto saat mengikuti acara The 1st International Conference on Humanities and Social Sciences (ICHSS) 2021. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh President University secara virtual pada Selasa (26/10/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Inflasi Indonesia terkendali dan stabil hingga penghujung Oktober 2021.

Realisasi inflasi Oktober 2021 sebesar 0,12 persen (Month-to-Month); 1,66 persen (Year-of-Year) 0,93 persen (ytd) atau sedikit di bawah rentang target yang ditetapkan.

Sementara itu, kenaikan inflasi di beberapa negara lain dipicu adanya disrupsi rantai pasok global dan harga energi yang meningkat akibat keterbatasan suplai. Tercatat, inflasi Amerika Serikat dan Euro Area meningkat masing-masing sebesar 5,4 persen (yoy) dan 4,1 persen (yoy) pada September 2021.

Stabilnya angka inflasi juga disokong oleh membaiknya kondisi di sektor kesehatan, sehingga aktivitas masyarakat kembali bergerak dan konsumsi kembali meninggi.

Bongkar Muat - Suasana bongkar muat di salah satu pelabuhan peti kemas
Bongkar Muat - Suasana bongkar muat di salah satu pelabuhan peti kemas

Dalam sebulan terakhir, Pemerintah telah menurunkan level PPKM hampir di seluruh daerah seiring melandainya jumlah kasus Covid-19.

Pelonggaran status level PPKM ini mengakibatkan peningkatan penggunaan moda transportasi, khususnya angkutan udara, untuk menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat yang semakin gencar seperti sediakala.

Kondisi ini mendorong komponen Harga Diatur Pemerintah (Administered Prices/AP) mengalami inflasi sebesar 0,33 persen (mtm), dan menjadi penyumbang terbesar inflasi Oktober yakni sebesar 0,06 persen.

“Aktivitas dan mobilitas masyarakat berangsur-angsur terus meningkat, tercermin dari inflasi Kelompok Transportasi sebesar 0,33 persen (mtm) dan memberikan andil sebesar 0,04 persen, yang utamanya disumbang oleh kenaikan harga pada tarif angkutan udara dengan andil 0,03 persen.

"Penurunan level PPKM hampir di seluruh daerah telah mendorong mobilitas msyarakat terus meningkat meskipun masih dibatasi dengan syarat perjalanan yang cukup ketat,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sementara itu, Komponen Harga Bergejolak (Volatile Food/VF) kembali mengalami inflasi sebesar 0,07 persen (mtm), dan 3,16 persen (yoy), setelah selama dua bulan sebelumnya mengalami deflasi yang disebabkan penurunan harga beberapa komoditas hortikultura. Pada Oktober 2021, cabai merah justru menyumbang andil mencapai 0,05 persen atau mengalami inflasi sebesar 20,86 persen (mtm).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved