Spirit Sumpah Pemuda, Masih Adakah?

Kegiatan yang diselenggarakan via aplikasi zoom ini dipandu oleh salah seorang aktivis NGO, Saleh Yasin.

Editor: Nurhadi Hasbi
ist/Tribun-Sulbar.com
webinar kebangsaan dirangkaikan peringatan sumpah pemuda ke 93 tahun. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Forum Pembauran Kota Makassar bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda (KNPI) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel menggelar webinar kebangsaan dirangkaikan peringatan sumpah pemuda ke 93 tahun.

Kegiatan yang diselenggarakan via aplikasi zoom ini dipandu oleh salah seorang aktivis NGO, Saleh Yasin.

Dalam pengantarnya, pria yang akrab disapa Kak Ale ini menyampaikan, kegiatan webinar kali ini akan mendikusikan soal spirit Sumpah pemuda dengan menghadirkan dua tokoh muda, yaitu Ketua KNPI Kota Makassar, Hasrul Kaharudin dan Herwanita, Kabid Bidang Humas dan Media FKPT Sulsel.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua FPK Kota Makassar, Dr. Ir. Usman Arsyad menyampaikan bahwa FPK punya peran penting dalam upaya membangun kota Makassar sebagai kota yang nyaman dan aman untuk semua.

Olehnya itu, Usman berharap kedepan FPK, FKPT dan KNPI agar senantiasa bersinergi dan berkontribusi positif terhadap perdamaian kota Makassar.

“Saya rasa, FPK, KNPI dan FKPT punya peran strategis dalam upaya menciptakan perdamaian di kota makassar, sehingga demikian, Kota Makassar menjadi kota yang nyaman dan aman untuk semua,” jelas Usma dalam acara bertemakan “ Spirit Sumpah Pemuda, Masih Adakah?”.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Kepala Kesbangpol Kota Makassar, Drs. H. Zainal Ibrahim, ia mengatakan, momentum sumpah pemuda, diharapkan menjadi ruang strategis bagi kalangan anak muda untuk mengasa potensi diri, keterampilan dan pengetahuannya guna mempertahankan keutuhan bangsa.

“Olehnya itu, kita berharap KNPI dan FPK bisa bersinergi membangun kota Makassar sebagai kota damai,” kata Ibrahim yang sekaligus membuka acara webinar tersebut.

Herwanita dalam pemaparan materinya menyampaikan bagaimana spirit sumpah pemuda di tengah arus Radikal terorisme yang mulai menyasar generasi muda.

Data BNPT dan beberapa lembaga menunjukkan peningkatan indeks potensi radikalisme di angka 12 persen pada Generasi Muda Netizen Gen Z, Generasi Milenial, Kaum urban dan perempuan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved