Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid dan Ekspresi Cinta

Semua dilaksanakan dengan suka cita dengan bukan hanya melihat itu sebagai sebuah tradisi semata, tetapi juga wujud ekspresi cinta pada Rasulullah Saw

Editor: Ilham Mulyawan
Syekh Dr. KH. Ilham Shaleh, M.Ag
Syekh Dr. KH. Ilham Shaleh, M.Ag (Pengasuh Ponpes Darul Ulum Al Asy Ariyyah Syekh KH. Muhammad Shaleh) 

Tentu kita sepakat bahwa berterima kasih kepada ibu wajib hukumnya dilakukan di tiap saat dan setiap waktu.

Begitupun dengan memperingati hari pahlawan, hari kemerdekaan dan seterusnya, hal itu adalah untuk menumbuhkan spirit kepahlawanan dan rasa syukur generasi sekarang atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan.

Misalnya dengan kembali mengenang keteladanan para pahlawan, saling mengajak untuk mengisi kemerdekaan dengan spirit kepahlawanan, nasionalisme dan seterusnya.

Kembali lagi, tentu kita sepakat bahwa mengisi kemerdekaan dengan spirit kepahlawan dan bersyukur atas kemerdekaan wajib kita lakukan setiap saat dan sepanjang waktu.

Adapun peringatan hari-hari tersebut dan cara memperingatinya adalah hanya untuk memanfaatkan momentum agar spirit di momentum tersebut kembali dipompa agar semakin bertambah dan tidak kendor.

Begitupun dengan ekspresi cinta, para sahabat nabi yang mulia bukan hanya bersyukur dengan kelahiran Rasulullah Saw tapi sekedar didatangi Rasulullah Saw pun para sahabat mengekspresikan cintanya dengan bermacam-macam.

Misalnya sahabat Hasan bin Tsabit yang senang menggubah syair pujian kepada Rasulullah Saw. Beliau menggubah syair pujian saat Rasulullah Saw pulang dengan selamat dari medan jihad, Rasulullah Saw datang ke Madinah saat hijrah dan seterusnya.

Lain lagi misalnya dengan para sahabat yang berebut air ludah dan bekas air wudhu Rasulullah Saw sebagaimana hadis yang diriwayatkan Urwah bin Mas’ud dalam shahih Bukhari bahasan tentang perjanjian Hudaibiyah.

Tentu masih banyak lagi ekspresi cinta para sahabat yang mustahil diurai semua satu per satu dimana justru bukan hanya sekedar hari kelahiran yang disyukuri (dengan puasa sunnah) tetapi lebih dari itu, terkadang hanya sekedar didatangi Rasulullah Saw saja disyukuri dengan berbagai cara.

Apakah ada anjuran Rasulullah Saw kepada sahabat misalnya untuk bersyair (sebagaimana Hasan bin Tsabit) dan memperebutkan air ludah dan air bekas wudhu Rasulullah Saw sebagaimana yang dilakukan para sahabat? Tentu tidak, hanya saja itulah ekspresi cinta yang memang tidak ada sekolahnya semua timbul semata untuk selalu untuk menumbuhkan rasa cinta itu sendiri.

Ekspresi Umat Setelahnya

Bagi umat setelah sahabat di masa tabiin, misalnya Imam Malik yang enggan menjawab persoalan hadits bagi yang datang bertanya kepadanya sebelum beliau mandi, wudhu, bersiwak, memakai baju terbaiknya dan memakai wewangian walaupun yang ditanyakan padanya adalah hadits yang pendek.

Ketika ditanya alasan beliau berlaku seperti itu, beliau menjawab bahwa kalimat yang akan disampaikannya adalah kalimat yang pernah keluar dari mulut manusia yang paling mulia (Rasulullah Saw) maka beliau tidak memantaskan dirinya untuk menyampaikan kalimat tersebut jika belum dalam keadaan yang terbaik. Apakah ada anjuran dari Rasulullah Saw atau tuntunannya dari sahabat sebagaimana yang dilakukan Imam Malik?

Inilah ekspresi cinta.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved