Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid dan Ekspresi Cinta

Semua dilaksanakan dengan suka cita dengan bukan hanya melihat itu sebagai sebuah tradisi semata, tetapi juga wujud ekspresi cinta pada Rasulullah Saw

Editor: Ilham Mulyawan
Syekh Dr. KH. Ilham Shaleh, M.Ag
Syekh Dr. KH. Ilham Shaleh, M.Ag (Pengasuh Ponpes Darul Ulum Al Asy Ariyyah Syekh KH. Muhammad Shaleh) 

Bayi mana baik sebelum Rasulullah Saw dan sesudahnya, pada saat dia lahir seluruh berhala di dunia ini terbalik?

Dan bayi mana baik sebelum Rasulullah Saw dan sesudahnya yang pada saat dia lahir api berumur ribuan tahun tidak pernah padam yang menjadi sembahan para penyembah api lantas tiba-tiba padam saat kelahirannya?

Adakah manusia yang diistemewakan Allah SWT hari kelahirannya seperti ini selain Rasulullah Saw?

Apakah kita belum menemukan tanda kebesaran hari kelahiran ini?

Atau masihkah kita berpikir bahwa momentum maulid Rasulullah Saw ini biasa saja dan sama dengan kelahiran lainnya? Lantas bagaimana Rasulullah Saw mengistimewakan dan memperingati lahirnya?

Rasulullah Saw ditanya oleh sahabatnya perihal alasan beliau yang senantiasa berpuasa pada hari Senin.

Lantas beliau menjawab alasannya karena Senin adalah hari beliau dilahirkan. Jawaban yang singkat, padat dan jelas karena beliau tidak menjawab dengan balasan keutamaan pahala yang berlipat-lipat dan seterusnya namun beliau hanya menjawab perihal pentingnya puasa di hari Senin menjadi kesunnahan adalah karena di hari itu adalah hari kelahiran beliau.

Ekspresi Cinta Sahabat

Paparan di atas telah menggambarkan bahwa hari lahir Rasulullah Saw (maulid) adalah hari yang istimewa.

Adapun dengan memperingatinya adalah kesunnahan sebagaimana yang Rasulullah Saw sendiri contohkan dengan berpuasa di tiap pekannya pada hari Senin.

Walaupun tentu saja setiap waktu hingga kapanpun, sebagai umat Rasulullah Saw kita wajib bersyukur atas kelahiran Rasulullah Saw.

Hal ini penting digaris bawahi sebab tidak jarang ada tuduhan bahwa yang memperingati maulid ternyata hanya bersyukur dan berbahagia di momentum tahunan saja.

Tujuan dari memperingati sendiri tentu saja adalah untuk menumbuhkan spirit yang ada pada momentum tersebut.

Sebagaimana dengan peringatan hari ibu adalah menumbuhkan spirit cinta terima kasih sayang anak kepada ibunya di momentum tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved